03 Juni 2023
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Yohanes 1:12
A. PENGANTAR
Kasih Karunia yang berisikan keselamatan hanya akan bisa dialami dan dinikmati jika ada 2 pihak yang bekerjasama mewujudkannya. Pihak pertama adalah Tuhan yang sudah pasti memenuhi bagian-Nya dan pihak kedua adalah manusia yang harus berjuang untuk memenuhi bagiannya secara layak.
PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)
Mari baca Yoh 1:12, 1 Kor 6:19-20, Yoh 16:13, Roma 12:2
Lukas 13:23-24, Yohanes 12:24, Matius 10:39, Lukas 14:33, Filipi 3:7-9

B.2. MERENUNGKAN (M2)
Tindakan dari pihak pertama yaitu Tuhan agar keselamatan itu terwujud, Dia lakukan dengan cara memberikan kuasa kepada mereka yang menerima-Nya, supaya menjadi anak-anak Allah (Yoh 1:12). Kata “kuasa” didalam ayat ini adalah dari bahasa Yunani exousia yang lebih tepat diterjemahkan sebagai “hak” atau sebuah privilige (hak istimewa). Jadi “hak istimewa” ini hanya diberikan kepada orang percaya. Apa saja hak instimewa tersebut? Yang pertama adalah penebusan. Dengan penebusan, maka seseorang bisa menjadi milik Tuhan (1 Kor 6:19-20). Sesuatu yang telah ditebus, maka akan menjadi milik dari orang yang menebus. Dengan seseorang telah ditebus, maka kuasa kegelapan tidak lagi berhak untuk membelenggunya. Dengan demikian, orang percaya memiliki kemampuan/potensi untuk menjadi sempurna seperti Bapa. Yang kedua adalah Roh Kudus yang diutus oleh Bapa sebagai pendamping orang percaya yang menuntun orang percaya kepada seluruh kebenaran Allah. Tanpa Roh Kudus keselamatan tidak akan terwujud dalam kehidupan manusia. Roh Kudus memberikan kemampuan kepada orang percaya untuk mengerti kehendak Allah, apa yang baik, yang berkenan, dan yang sempurna (Yoh 16:13, Roma 12:2). Yang ketiga adalah Injil. Injil adalah kuasa Allah yang menyelamatkan. Iman yang merupakan landasan keselamatan, timbul dari pendengaran akan Firman Kristus dan Firman Kristus itu adalah kebenaran dari Injil. Injil berisi pengenalan akan Allah dan kebenaran-Nya. Yang keempat adalah pemrosesan oleh Allah. Alkitab menyatakan bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi orang yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Pengalaman melalui segala peristiwa yang terjadi adalah sekolah kehidupan yang memproses seseorang menjadi semakin seperti yang Allah kehendaki.
Dari pihak kedua yaitu manusia, yang perlu dilakukan tidak lain adalah memberikan respon yang layak/proporsional terhadap Kasih Karunia tersebut. Dan respon ini bisa berarti perjuangan melawan dosa dan ketidaktepatan (Yunani : hamartia). Ketidaktepatan artinya tidak sesuai dengan pikiran dan perasaan Tuhan. Ini bukanlah perjuangan yang mudah, karena dalam diri manusia melekat kodrat dosa. Tuhan Yesuslah yang berhasil mengalahkannya. Dan sekarang orang percaya dipanggil untuk memiliki kualitas hidup seperti Tuhan Yesus. Keselamatan diterima manusia bukan secara otomatis tetapi menuntut respon yang aktif dan layak/proporsional. Tuhan Yesus menyatakan bahwa untuk selamat seseorang harus berjuang melalui jalan yang sempit (Luk 13:23-24). Perjuangan yang dimaksud adalah perjuangan melawan kodrat dosa (sinful nature) yang sudah melekat dalam dirinya dan juga kemungkinan dosa yang masih bisa dilakukan dimasa mendatang.

B.3. MELAKUKAN (M3)
Cukup berat memang untuk bisa memberikan respon yang layak terhadap kasih karunia yang Allah berikan yaitu dengan meneladani apa yang Tuhan Yesus sudah lakukan. Yesus pernah mengatakan, bahwa jika biji gandum tidak jatuh ketanah dan mati maka dia tidak akan bisa menghasilkan banyak buah (Yohanes 12:24). Artinya perjuangan orang percaya untuk bisa sampai seperti Yesus, harus sampai pada tahap “mati” atau sinonim artinya dengan tindakan “barter” (Matius 10:39, Lukas 14:33). Tindakan barter ini adalah orang percaya harus berani kehilangan segala sesuatu atau kehilangan nyawanya demi keselamatannya. Paulus pernah mengatakan “Aku melepaskan semuanya, supaya aku memperoleh Kristus” (Filipi 3:7-9). Dalam hal ini kita hanya punya dua pilihan, Tuhan Yesus atau dunia. Harus salah satu, tidak bisa kedua-duanya.
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Mari saling meneguhkan saudara seimanmu dengan membagikan kebenaran yang engkau dapatkan.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

