renungan senin

SENIN : HIDUP JEMAAT MULA-MULA (1)

26 Juni 2023

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan: Kisah Para Rasul 2:41-47

PENGANTAR

Komunitas orang percaya benar-benar menampilkan hidup yang nyata yang berbeda dengan dunia ini, mereka hidup dengan Kuasa Roh Kudus, perubahan cara hidup mereka alami “mereka tinggal di dunia tetapi tidak hidup dengan cara dunia, mereka hidup dengan caraNya Tuhan, sebagai umat kerajaan Allah”. Banyak orang yang menjadi percaya dengan pemberitaan mereka dan memberi diri di babtis, ada pertambahan jumlah yang besar dalam satu hari 3000 orang. Ini bukan pekerjaan manusia, tetapi karena Tuhan, ada satu gelombang pengenalan akan Tuhan, gelombang pertobatan, satu jumlah yang besar yang mengalami Tuhan dalam satu hari. Mungkinkah ini terjadi di zaman kita ini, sangat mungkin karena tuaian di akhir zaman ini akan semakin besar, mari siapkan diri dan teruslah hidup dalam kasih karuniaNya. Orang-orang percaya hidup dengan cara yang baru, mereka terus membangun persekutuan yang erat oleh karena Tuhan, mereka bertekun belajar FIRMAN, mendengar pengajaran yang disampikan oleh rasul-rasul. Mereka melakukannya bukan karena terpaksa atau karena rutinitas atau karena aturan agamawi atau menjadi beban hidup, tetapi mereka melakukannya dengan gembira, sukacita, tulus hati sambil memuji Allah. Hal inilah yang membuat komunitas ini disukai oleh banyak orang dan ingin bergabung dengannya. Jadi dari perikop ini kita belajar bagaimana membangun komunitas yang sehat yaitu komunitas yang dibangun oleh kasih karunia “bersekutu dengan gembira, tulus hati dan sambil memuji Tuhan”. Inilah hidup dengan budaya kerajaan Allah, ketika kita mempraktekkannya, suasana sorga hadir di bumi, sekitar kita bisa melihatnya dan tertarik dan mau menggabungkan diri dan percaya kepada Tuhan untuk diselamatkan. Hidup dalam kerajaan Allah yang nyata di muka bumi ini.

B. PEMBELAJARAN

B.1. MENEMUKAN (M1).
Kisah Para Rasul 2:41-47

2:41 Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah  mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa. 2:42 Mereka bertekun dalam pengajaran  rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa  .   2:43 Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda.   2:44 Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama,  2:45 dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan c  masing-masing. 2:46 Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah.  Mereka memecahkan roti  di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, 2:47 sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang.  Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah  mereka dengan orang yang diselamatkan.
Dari perikop di atas:
Coba temukan dan renungkan apa yang dilakukan oleh orang percaya tersebut?
Menurut ayat 46 dan 47 bagaimana mereka melakukannya?
Coba renungkan bagaimana caranya atau atapa yang harus kita ubah dalam hidup kita agar kita bisa terus bersekutu dengan gembira, tulus hati dan memuji Tuhan.

B.2. MERENUNGKAN (M2).

Hidup dalam kasih karunia, bukan sekedar pengetahuan, tetapi menghadirkan kehidupan yang nyata, budaya hidup yang berbeda dengan dunia ini. Membangun budaya baru memang sulit, sulit bukan berarti tidak bisa, atau mustahil. Kita mungkin heran melihat cara mereka, atau mungkin kita ingin menikmati hasil yang mereka alami. Orang berkata usaha tidak akan menghianati hasil, sekalipun usaha tidak menjadi jaminan 100% berhasil, karena ada Tuhan yang mengendalikan dibalik semua usaha yang kita lakukan. Jemaat mula-mula mengalami hasil yang luar biasa, mereka menyaksikan 3000 orang bertobat dalam sehari, keren sekali, junlah yang fantastis, kita pasti ingin melihatnya, itu buah pelayanan mereka. Tetapi coba kita lihat bagaimana investasi yang mereka lakukan, ketaatan untuk belajar firman Tuhan bersama, bersekutu dan bersaksi dengan gembira, tulus hati sambil memuji Tuhan. Oleh Roh Tuhan mereka melakukannya dengan taat saling memperhatikan, saling memperdulikan, saling menolong dalam kesulitan sesamanya. Ini tidak mudah, tetapi oleh kasih karunia Tuhan kita mampu melakukannya, kita akan diberi hikmat untuk melakukan hal yang menjadi prioritas dalam hidup yaitu hidup terus berpusat pada Kristus. Hidup dalam komunitas orang percaya harus diupayakan, harus ada investasi, harus ada yang kita tabur, harus ada pengorbanan. Tidak mungkin ada tuaian tanpa menabur, tidak mungkin ada tuaian 3000 orang bertobat tanpa ada yang berdoa, memberitakan dan menjadi teladan bagi mereka sebelumnya.

B.3. MELAKUKAN (M3).

Buatlah komitmen untuk terus hidup dalam komunitas orang percaya, berani untuk memprioritaskan dengan menyediakan waktu, alokasi dana dan meninggalkan cara hidup yang lama. Terus belajar hidup sesuai firman Tuhan, sekalipun awalnya kaku atau terpaksa, seiring berjalannya waktu kalau terus dilakukan akan menjadi terbiasa dan jadi gaya hidup. Ditengah kesibukan yang ada sediakan waktu untuk belajar, merenungkan, melakukan dan membagikan firman Tuhan.

B.4. MEMBAGIKAN (M4).

Bagikanlah apa saja yang menghalangi kita untuk tertanam dalam komunitas orang percaya dan bagaimana mengatasinya.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47