02 Juli 2023
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan: Kolose 3:18-25
PENGANTAR
Hidup dalam kasih karunia Tuhan, harus nyata dalam keluarga. Sangat disayangkan bila kita dianggap hebat atau dianggap seorang yang sangat rohani di luar tetapi di dalam rumah tangga kita tidak menghidupinya. Kita sangat perduli kepada pelayanan di luar atau melayani orang lain tetapi dalam kelarga kita sendiri kita tidak menjadi teladan, kita kadang lebih perduli dengan tanggapan orang di luar dari pada tanggapan dari keluarga kita. Perikop ini menjelaskan kepada kita bagaimana cara hidup dalam membangun keluarga yang nyata hidup dalam kerajaan Allah. Kita bisa menarik pembelajaran bagi seorang suami, istri dan anak, Tuhan mau temukan keluarga yang memiliki budaya hidup dalam kasih karunia Tuhan. Seorang suami sebagai pemimpin keluarga dikatakan haruslah mengasihi istrinya, dan seorag istri haruslah tunduk kepada suaminya, sikap suami dan istri dalam keluarga adalah buah dari ketaatan mereka kepada Kristus. Tanpa suami atau istri taat kepada Kristus sebagai kepala Jemaat, tidak mungkin hal itu bisa terjadi. Bisa saja terjadi dengan alasan yang lain, tetapi itu tidak mungkin bisa bertahan atau langgeng, semuanya akan berubah seiring berjalannya waktu. Hanya karena keintiman dengan Kristuslah, kehidupan suami yang mengasihi istri dan istri tunduk kepada suami NYATA dalam keluarga. Orang percaya mempraktekkan hidup dalam kasih karunia itu mulai dari rumah, selanjutnya akan tercermin dalam pekerjaan, pelayanan dan hidup berjemaat.

PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1).
Dari ayat tersebut diatas:
Bagaimana sikap seorang suami, istri dan anak dalam keluarga?
Coba renungkan bagaimana caranya untuk mempraktekkan hal tersebut dalam keluarga di zaman kita ini.
B.2. MERENUNGKAN (M2).
Masing-masing keluarga unik, memiliki permasalahan yang tidak sama dengan keluarga yang lain. Sering sekali punya pikiran bahwa kapan kita bebas dari permasalahan. Dalam kerohanian keluarga pastilah semua punya keunikan. Ada keluarga yang suami dan istri dua-duanya sudah mengenal dan ikut ambil bagian dalam pelayanan. Ada juga yang hanya suami atau hanya istrinya yang giat melayani Tuhan, tetapi jangan lupa ada juga yang dua-duanya belum mengalami Tuhan. Selanjutnya ada pasangan suami istri bermasalah dengan anak-anaknya. Dari uraian tersebut bagaimana kondisi dalam keluarga kita, Tuhan ingin agar suami, istri dan anak-anak dapat mencerminkan seperti renungan kita hari ini. Bagaimana hubungan suami-istri dalam keluarga itu akan memberikan dampak yang nyata terhadap pertumbuhan anak-anak serta semua kondisi keluarga. Hubungan suami-istri yang benar dihadapan Tuhan, akan membawa anak-anak untuk menghormati dan menjadikannya menjadi teladan. Suami-istri yang harmonis akan membawa anak-anak untuk mengikuti teladan mereka. Pola kehidupan keluarga yang harmonis adalah mengikuti renungan kita pada pagi hari ini. Kita hadirkan pola kehidupan keluarga Allah yang nyata di muka bumi ini.
B.3. MELAKUKAN (M3).
Sebagai suami, buatlah keputusan hari ini untuk mengasihi istrimu apapun kondisinya, dan lepaskanlah segala penghalang untuk tidak mengasihinya. Sebagai istri, buatlah keputusan hari ini untuk tunduk kepada suamimu apapun kondisinya, dan lepaskanlah segala penghalang untuk tidak tunduk kepadanya. Kalau kita sebagai anak, mari kita turuti nasihat dari orang tua kita, Selanjutnya sebagai keluarga mari kita bangun mezbah di rumah kita masing-masing, berdoa bersama-sama untuk seisi rumah agar hidup berkenan kepada Tuhan.

B.4. MEMBAGIKAN (M4).
Coba ceritakan di komunisas sel saudara bagaimana mempraktekkan renungan hari ini dalam keluarga, apa saja yang menghalanginya.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

