SELASA- TERJEBAK DALAM INJILNYA MANUSIA

11 Juli 2023

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan: Galatia 1:10-12

A. PENGANTAR

Pernahkah Anda mengetahui Hukum Musa? Baiklah, Hukum Musa sama dengan Torah atau Taurat. Kitab Taurat terdiri dari 5 kitab di dalam Perjanjian Lama. Sebenarnya Hukum Musa tidaklah salah, karena hukum ini berperan sebagai perantara yang menjembatani antara manusia berdosa dengan jalan keselamatan dari Allah Bapa yag disebut Hukum Kristus. Hukum ini dianut oleh bang Yahudi termasuk orang-orang Farisi, Saduki dan kelompok Mahkamah Agama yang menjalankan ketentuan-ketentuan dalam Hukum Musa. Hukum Musa menjadi persoalan bagi orang Yahudi yang sudah mempercayai Yesus Kristus sebagai Tuhan, karena mereka tidak memahami dan menempatkan Hukum Kristus yang berasal dari Injil Kristus sebagai satu-satunya pedoman kehidupan sebagai orang percaya. Padahal target dari Hukum Musa yang dianut bangsa Yahudi adalah agar mereka dapat menilai begitu besarnya dosa yang menguasai manusia pada masa itu, sehingga manusia diarahkan untuk dapat bertobat dan menjadi penganut Injil Kristus sepenuhnya. Telah terjadi pencampuradukan dua kepercayaan yakni kepercayaan terhadap Injil Kristus dan kepercayaan yang kuat pada aturan-aturan Yahudi yang sangat ketat dan sacral, sehingga lama kelamaan kedua kepercayaan itu menjadi tidak jelas makna dasarnya. Karena kehilangan inti kepercayaan Injil Kristus, akhirnya manusia secara sadar atau tidak telah menciptakan injil yang lain yang disebut injil manusia.

Jadi, injil manusia merupakan produk dari keterikatan bangsa Yahudi pada aturan-aturaan Yahudi yang melembaga. Mereka ingin mendapatkan kehormatan di balik injil manusia ini. Terkadang orang Kristen bisa menyadari atau tidak menyadari bahwa ada hukum-hukum di sekitar kehidupan mereka yang telah tertanam kuat dan mendominasi sehingga hukum itu menjadi ‘autopilot response’ pada saat mereka menghadapi berbagai faktor pencetus. Misalkan, setiap orang Yahudi yang sudah percaya Yesus harus disunat. Mereka tidak perlu diajarkan traidisi ini, karena tradisi ini sudah menjadi pelajaran kehidupan wajib bagi bangsa Yahudi. Itulah ‘autopilot response’ (respon dengan sendirinya). Mari sejenak merenung. Tradisi apa sajakah yang masih kita lakukan karena titipan pesan dari orangtua kita atau kakek dan nenek kita, yang jikalau ditelaah makna dasar praktek tradisi tersebut bertentangan bahkan bisa menjauhkan diri dari Injil Kristus. Yang diandalkan adalah injil buatan manusia atau standar pengajaran yang manusiawi. Seperti kebiasaan sunat bangsa Yahudi. Injil manusia bertujuan untuk mencari kesukaan manusia, bukan kesukaan Allah(Galatia 1:10). Injil manusia yang dipertahankan akan menjebak orang Kristen pada posisi bukan sebagai hamba Kristus.

Waspadalah akan jebakan ini dalam kekristenan Anda. Selaraskanlah cara berpikir dan bertindak kita terhadap berbagai masalah dan tantangan sehari-hari yang Anda hadapi. Andalkan Injil Kristus sebagai pedoman solusi karen memanglah harus demikian bagi para penganut Injil Kristus. Hanya ada satu Injil untuk orang Kristen, yakni Injil yang telah menyelamatkan dan memberikaan jalan kepada orang berdosa untuk dapat masuk ke dalam persekutuan yag suci dengan Allah Bapa.

B. PEMBELAJARAN

B.1. MENEMUKAN (M1).

Bacaan: Galatia 1:10-12

  1. Apakah yang dikatakan Paulus kepada orang percaya di Galatia? (ayat 10-11)
  2. Apakah yang ditegaskan Paulus kepada orang percaya di Galatia? (ayat 11)

B.2. MERENUNGKAN (M2).

Menurut pemahaman Anda, apa sajakah injil manusia yang menghambar pengandalan orang Kristen pada Injil Kristus?

B.3. MELAKUKAN (M3)

Selaraskanlah semua paradigma yang salah kepada paragidma Injil Kristus sebagai kekuatan Allah yang mengubahkan manusia (Roma 1:16-17).

B.4. MEMBAGIKAN (M4)

Kemenangan Anda atas aturan-aturan manusia yang menghambat pengaruh Injil Kristus, menjadi bahan kesaksian untuk orang lain. Lakukanlah.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47