renungan firman

JUMAT: KISAH 10 ORANG KUSTA

25 Agustus 2023

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan: Lukas 17:11-19

PENGANTAR

Kusta atau lepra adalah penyakit infeksi bakteri kronis yang menyerang jaringan kulit, saraf tepi, dan saluran pernapasan, penyakit ini dapat menyebar melalui percikan ludah atau dahak yang keluar saat penderitanya batuk atau bersin. Sakit kusta membuat penderitanya bisa kehilangan sebagian anggota tubuhnya seperti jari kaki atau jari tangan. Karena penyakit kusta menular maka dianggap najis, jadi seorang pengidap penyakit kusta diasingkan atau tinggal jauh dari orang yang sehat. Secara sosial mereka diasingkan dan tidak bisa bergabung dengan komunitas orang yang sehat. Sakit kusta ini benar-benar membatasi kemerdekaannya, semua aktifitas dan tempat yang bisa dia kunjungi dibatasi oleh penyakitnya. Benar-benar orang kusta tidak bisa menikmati kehidupan yang bebas atau merdeka. Hanya satu cara untuk orang kusta ini bisa menikmati kehidupan yang normal, jika mereka bebas atau sembuh dari kustanya. Tentunya sakit kusta ini sulit disembuhkan dan butuh waktu lama menyembuhkannya. Dalam perikop ini, ada 10 orang kusta, mereka mau menemui Yesus, tetapi dari kejauhan mereka berteriak “Yesus, Guru, kasihanilah kami” dan ketika mereka menuruti perintah Yesus, mereka mengalami kesembuhan. Yang menarik adalah ketika ke sepuluh orang kusta yang disembuhkan oleh Yesus, hanya satu orang yang memberikan respon yang luar biasa, dia memuliakan Allah, mengucap syukur dan datang kepada Yesus, dia mengingat masa lalunya dan mengingat siapa yang menyembuhkannya. Dia mengingat sejarah hidupnya, sehingga dia benar-benar beryukur dan memuliakan Tuhan. Selama ini terpinggirkan, dia hanya bisa melihat keramaian dari jauh termasuk melihat Yesus hanya dari jauh juga, sekarang karena sudah bebas dari penyakit kusta, dia bisa mendekat kepada Yesus dan tersungkur di depan kakiNya. Sangat berbeda dengan 9 orang kusta yang lain. Mari kita terus mengingat, bahwa Tuhanlah yang pimpin langkah kita sampai saat ini.

PEMBELAJARAN.
B.1. MENEMUKAN (M1).

Menurut perikop diatas:
Mengapa mereka berdiri agak jauh (ayat 12)
Coba renungkan, bagaimana mereka mengalami kesembuhan (ayat 13-14)
Bagaimana respon dari kesepuluh orang kusta tersebut setelah mengalami kesembuhan (ayat 15-19)

B.2. MERENUNGKAN (M2).

Terkadang kita mengalami kondisi yang sulit dan tidak ada jalan keluarnya, membuat kita menjadi terasing walupun tinggal di keramaian. Kita diperhadapkan dengan situasi yang sulit kita atasi, kadang membuat kita frustrasi, pesimis dan hidup tanpa harapan, seperti yang dialami 10 orang kusta tadi. Terkadang oleh beratnya masalah, kita bisa saja berkata bahwa kita tidak ada artinya karena tidak bisa berbuat apa-apa, akhirnya kita mengambil posisi sebagai penonton dan pengamat dari kejauhan. Belajar dari karya Yesus atas 10 orang kusta, dari kejauhan mereka berteriak, dari kejauhan juga mereka bisa mendengar suara Yesus. Mereka mengalami kesembuhan karena mereka mendengar dan menuruti apa yang disampaikan oleh Yesus. Percayalah bahwa dimanapun kita berada, Yesus tahu kondisi kita dan mendengar suara kita, Dia jawab seruan kita, Dia beri jalan keluar atas masalah kita. Hanya kerjakanlah, lakukanlah sesuai perintahNya, dan ingatlah untuk datang kemali dan terus kepadaNya, muliakanlah Tuhan, ucapkanlah syukur atas berkat yang Dia berikan sampai hari ini.

B.3. MELAKUKAN (M3).

Kita harus percaya bahwa Yesus mendengar seruan dan teriakan kita, bukan hanya Dia dengar tetapi Dia menjawabnya. Belajarlah untuk taat melakukan perintahNya dan ingatlah untuk datang bersyukur atas semua berkat yang diberikan sampai hari ini.

B.4. MEMBAGIKAN (M4).

Coba ceritakan bagaimana hidupmu sebelum menerima Yesus, coba bandingkan dengan hari ini. Bagaimana engkau bersyukur buat karya Tuhan yang ajaib dalam hidupmu, keluarga, pekerjaan dan pelayanan yang Tuhan percayakan.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47