KAMIS: MERDEKA DARI “STUNTING ROHANI”

24 Agustus 2023

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan: Roma 10:10-15

PENGANTAR

Kata “stunting” popular di akhir-akhir ini yang bisa diartikan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya di bawah standar, dan ini terjadi pada anak-anak. Memang kita sudah merdeka dari penjajah, tetapi ada kondisi yang buruk yang dihadapi oleh anak-anak kurang gizi, belum merdeka untuk mendapatkan gizi yang cukup untuk mendukung pertumbuhan yang standar. Istilah stunting ini sama bahayanya bila terjadi dalam kerohanian kita, kita yang baru mengalami kelahiran baru “bayi rohani” akan mengalami stunting apabila kita tidak mendapat asupan gizi “makanan rohani yang cukup”, kerohanian kita bertumbuh secara tidak normal, dibawah standard, kita tidak bisa untuk melawan musuh rohani yang menyerang, kita tidak dapat menahan beban dan permasalahan dalam kehidupan yang semakin kompleks. Kita harus merdeka atau bebas dari stunting rohani ini, bebas dari kerohanian yang kerdil tidak bertumbuh, melalui asupan makanan rohani yang cukup dan teratur. Asupan ini kita bisa peroleh melalui doa, pembacaan firman Tuhan yang rutin setiap hari, bersekutu dengan saudara seiman dan bersaksi. Dari perikop diatas dijelaskan bagaimana mereka bisa berseru jika mereka tidak percaya, bagaimana mereka percaya jika mereka tidak mendengar, bagaimana mereka mendengar jika tidak ada yang memberitakan, bagaimana mereka meemberitakan jika tidak di utus. Inilah solusi untuk mengatasi “stunting rohani” di zaman kita ini, kita latih terus kerohanian kita, kita “makan” dengan mengambil tanggungjawab untuk terlibat dalam pemberitaan injil.

PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1).


Roma 10:13 Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, o  akan diselamatkan. p  10:14 Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya? 10:15 Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: “Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik! q “

Berdasarkan perikop diatas:
Coba renungkan pembagian tugas dari orang percaya “pengutus dan utusan”
Coba temukan dimana bagian kita “pengutus atau utusan”

B.2. MERENUNGKAN (M2).

Ladang Tuhan begitu luas, masih banyak tempat atau suku yang belum mendengar kabar injil kerajaan Allah, baik tempat yang jauh atau disekitar kita. Mereka mengalami stunting secara rohani. Kita dipanggil menjadi bagian dari gereja Tuhan, harus ikut ambil bagian menjadi solusi untuk mengatasi ini. Kita mungkin tidak bisa pergi sebagai utusan misi, tetapi kita punya hati dan lutut untuk berdoa, kita punya pemikirian untuk bisa mempersiapkan para utusan misi, atau kita punya dana untuk bisa kita investasikan untuk pekerjaan misi, untuk mendukung para utusan misi di beberapa tempat di suku yang melum mendengar kabar baik ini. Stunting rohani akan terjadi kalau tidak ada utusan misi yang memberitakan injil kerajaan Allah. Apapun keadaan kita saat ini, mari kita ikut ambil bagian dalam penggenapan amanat agung ini, untuk membebaskan orang dari stunting rohani. Kitapun akan mengalami pertumbuhan rohani yang normal ketika kita ambil bagian dalam pekerjaan misi ini.

B.3. MELAKUKAN (M3).

Temukanlah panggilanmu, berdoalah agar ikut ambil bagian dalam mengatasi “stunting rohani”. Bergeraklah sebagi pengutus atau utusan, agar injil kerajaan Allah menjadi kesaksian bagi suku bangsa yang belum mendengarnya.

B.4. MEMBAGIKAN (M4).

Saksikanlah betapa sukacitanya ketika kita bisa ambil bagian dalam pekerjaan misi. Ceritakanlah hal-hal apa saja yang bisa kita bisa terlibat, melalui doa, daya/tenaga atau dana.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47