06 September 2023
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Kisah Para Rasul 16:32-33
Air yang menggenang yang dibiarkan menggenang adalah tempat favorit bagi kuman/bakteri untuk tinggal dan berkembang biak; Walau tidak diinginkan, kuman akan tetap datang, seperti Iblis saat melihat hati yang suam, mandek dan padam (tergenang/tidak mengalir) secara rohani, bagi Iblis itu seperti undangan mempersilahkan masuk, tinggal dan bertambah banyak sampai menguasai kehidupan seseorang.
Paulus dan Silas adalah orang yang “seharusnya” sangat punya alasan untuk mengalami hidup yang “tergenang” yakni marah, kecewa, mandek atau putus asa, karena telah diperlakukan dengan tidak adil, didera, dicambuk dan di penjarakan karena BERSAKSI tentang Kristus dan karya salibNya; TETAPI oleh kuasa Roh Kudus, belenggu dan penjara TIDAK bisa membuat hati mereka “tergenang, dikuasai ketakutan atau sikon, atau memberontak;” malah dalam ucapan syukur dan berdoa, dengan suara yang nyaring mereka memuji, menyembah Allah; gempa bumi terjadi, belenggu mereka terlepas; dan selanjutnya dikatakan telah membuat seisi rumah kepala penjara mendapat kesempatan untuk menerima berita Injil keselamatan dan diselamatkan.

MENEMUKAN (M1)
Ayat Alkitab : Kisah Para Rasul 16:32-33 TB, 32 Lalu mereka memberitakan firman Tuhan kepadanya dan kepada semua orang yang ada di rumahnya. 33 Pada jam itu juga kepala penjara itu membawa mereka dan membasuh bilur mereka. Seketika itu juga ia dan keluarganya memberi diri dibaptis.
Pertanyaan:
- Hal apakah yang Paulus dan Silas beritakan pada seisi rumah kepala penjara setelah peristiwa gempa bumi tersebut? (baca: KPR 16:19-40).
- Keputusan apakah yang pada jam itu juga dilakukan oleh kepala penjara?
MERENUNGKAN (M2)
Keadaan sulit, tidak mampu melemahkan iman percaya Paulus dan Silas; di tengah malam, di tempat yang paling gelap dan paling susah dalam hidup, dengan ucapan syukur, berdoa, dan bernyanyi dengan suara yang nyaring memuji, menyembah Allah karena mengerti bahwa hati mereka harus selalu dijaga agar tetap MELIMPAH dengan kasih Allah, sehingga saat di tengah pencobaan pun tetap dapat BERESPON benar, rendah hati, penuh kasih dan lemah lembut, walau dalam situasi yang tidak benar, karena percaya dibalik keadaan yang paling buruk pun selalu ada berkat dan maksud kebaikan Tuhan;

MELAKUKAN (M3)
Sebagai saksi Kristus, kita perlu terus melatih diri agar terbiasa dalam RESPON atau REAKSI yang benar.
dan jika hari-hari ini saudara harus menghadapi tantangan, masalah atau kesulitan dalam hubungan, keuangan atau hal sulit lainnya, RESPON atau REAKSI seperti apakah yang akan saudara lakukan agar jadi saksi Kristus yang rendah hati, penuh kasih dan lemah lembut?
MEMBAGIKAN (M4)
Ceritakanlah pengalaman saudara saat oleh kuasa Roh Kudus dapat berespon benar dengan RESPON yang rendah hati, penuh kasih dan lemah lembut, saat dalam situasi keadaan yang sulit/buruk.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

