07 September 2023
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Roma 12:11
Orang Kristen yang memiliki Roh yang menyala-nyala melihat tantangan atau masalah sebagai suatu kehormatan yang harus dilalui dan dikerjakan dengan segenap hati, karena percaya dibalik setiap keadaan pasti ada maksud kebaikan Tuhan; didalamnya selalu ada proses ketaatan yang Tuhan ijinkan, bahkan kesempatan dan komitmen tanggung jawab yang akan memperbesar kapasitas, hikmat dan kemampuan kita dalam melayani Tuhan dan melayani sesama; Di balik setiap kejadian, Tuhan akan terus berkarya untuk memurnikan motivasi hati dan pikiran kita agar semakin tulus, murni, rendah hati dan berkenan kepada Allah; BERBEDA dengan orang Kristen yang telah kehilangan semangat, Roh nya padam, sehingga dalam acara makan bersama dan sudah sangat lapar pun ia akan memilih untuk tetap lapar daripada memimpin doa makan; semangatnya telah patah, penuh keluhan dan tidak akan kuat untuk menanggung penderitaannya, … tetapi siapa akan memulihkan semangat yang patah? (Ams 18:14 TB)

MENEMUKAN (M1)
~ Firman Tuhan, Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. (Roma 12:11 TB)
Pertanyaan:
- Apakah yang Paulus ingatkan untuk kita jaga agar tidak kendor?
- Dengan roh yang seperti apakah seharusnya kita melayani Tuhan?
- Siapakah yang kita layani dalam hidup kita?
MERENUNGKAN (M2)
Paulus mengingatkan jemaat di Roma agar jangan sampai kendor dalam kerajinan (tetap rajin), menjaga agar senantiasa memiliki roh yang menyala-nyala (antusias) dan tetap setia (komit) untuk melayani Tuhan, sebab ketika kerajinan telah kendor, hilang atau kehabisan tenaga, roh nya padam, berhenti melayani Tuhan, maka KESAKSIAN hidup kita akan menjadi tidak berarti, dan hidup kita pun berubah dari orang yang tadinya begitu giat, penuh hikmat, rajin dan antusias, BERBALIK menjadi orang yang malas, mengasihani mementingkan diri sendiri, kehilangan gairah untuk melakukan apapun, beribadah seadanya atau bahkan apatis, tidak peduli dengan apapun yang terjadi di sekitarnya, karena telah salah BERPIKIR bahwa menjadi rajin, penuh roh yang menyala-nyala dan melayani Tuhan itu “seakan-akan” kita lakukan untuk “orang lain” (manusia yang lain yang tidak disukainya atau yang ia pikir telah menyakiti hatinya), PADAHAL selalu rajin, antusias dan giat melayani Tuhan itu, kita lakukan UNTUK Tuhan dan sebagai ucapan syukur dan kehormatan jika kita dipakaiNya untuk menjadi berkat dan memuliakan Tuhan.

MELAKUKAN (M3)
Paulus telah memperingatkan jemaat di Roma dengan awal kalimat ‘JANGANLAH,” satu peringatan atau larangan terhadap sesuatu yang dapat menimbulkan bahaya atau merusak KESAKSIAN hidup kita, dan dari ke 3 hal yaitu ”tetap rajin, penuh roh yang menyala-nyala dan melayani Tuhan,” dalam hal apakah hari-hari ini saudara merasa perlu untuk waspada, memperbaiki dan lebih banyak berjaga-jaga?
MEMBAGIKAN (M4)
Ceritakanlah pengalaman saudara saat menjaga KESAKSIAN hidup dengan ”tetap rajin, penuh roh yang menyala-nyala dan melayani Tuhan,” di lingkungan saudara.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

