10 Oktober 2023
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : I Yohanes 4:7-8
A. PENGANTAR
Pada dasarnya alasan manusia membangun relasi satu dengan yang lainnya adalah karena saling membutuhkan, sebab hakekat manusia sebagai ciptaan Tuhan, haruslah hidup dalam sistem relasi sosial (Kej 2:18). Dalam Kejadian 2:18 dinyatakan bahwa adalah tidak baik jika manusia itu seorang diri. Sehingga ada naluri berelasi diantara sesama manusia. Namun setelah manusia jatuh ke dalam dosa (tersurat dalam Kejadian 3), dasar hubungan bukanlah karena kasih Kristus dan motivasinya hanya untuk kepentingan diri sendiri atau kelompok dan berbatas waktu serta bersyarat. Dasar dan motivasi inilah yang dibawa dan diterapkan oleh banyak manusia di bumi. Manusia terjebak dalam situasi dan kondisi hubungan yang terbatas atau hubungan kontrak atau perjanjian tertentu.
Namun berbeda halnya, jikalau Kristus hadir dan menguasai kehidupan seseorang. Sebab Kristus sebagai Tuhan mengajarkan satu Hukum kasih yang bertolak belakang dengan hukum kasih ala dunia. Tegas dikatakan satu syarat hubungan kasih antara sesama anak Tuhan di dalam Yohanes 15:13 yang berbunyai demikian : Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat sahabatnya. Marilah kita lihat ,
- tidak ada kasih yang lebih besar… Phrase ini mengandung makna bahwa tidak ada duanya kasih Kristus di muka bumi ini atau di semua bentuk relasi sosial yang terbentuk diantara manusia atau kumpulan sosial.
- Ukuran kasih = memberikan nyawa untuk sahabat-sahabat… Arti ‘nyawa’ adalah jiwa atau hidup atau hati dari milik seseorang kepada orang lain. Di dalamnya terkandung pikiran, perasaan dan perbuatan berdasarkan kasih Kristus untuk orang lain.

Jika dipahami secara mendalam, bahwa dasar hubungan yang tidak berbatas waktu, tidak bersyarat, tidak untuk kepentingan diri sendiri/kelompok/lembaga, tetapi semata-mata untuk kepentingan Tuhan yakni agar semua orang Kristen menyaksikan Kuasa Kristus yang membangun kehidupan harmonis diantara sesame anak Tuhan. Bahkan juga dapat terjadi dengan orang-orang yang belum mempercayai Kristus sebagai Tuhan. Tidak ada kontrak iman atau hubungan yang terbatas ketika setiap orang memiliki Kristus di dalam hatinya. Paulus menuliskan gambarannya seperti perkataan Paulus kepada Filemon tentang Onesimus (baca Filemon 1:15-16).
Perhatikanlah wahai semua orang Kristen, sekalipun sampai hari ini Anda masih mengalami konflik hubungan dengan siapa saja, itu tidak berarti kasih Tuhan terlalu lemah untuk dapat mempertahankan hubungan, tetapi sebaliknya ini saatnya Anda terus semakin giat belajar mengutamakan kasih Kristus dalam mengelola relasi sosial Anda, baik dengan sesama anak Tuhan maupun antara anak Tuhan dengan non Kristen.
B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1).
Bacaan: I Yohanes 4:7-8; Filemon 1:15-16
- Mengapa kita harus saling mengasihi? (I Yoh 4:7
- Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak….. sebab Allah adalah …… (I Yoh 4:8)

B.2. MERENUNGKAN (M2).
Pahami dari hati terdalam Anda, mengapa Anda harus mengasihi orang lain tanpa syarat? Renungakanlah ayat 1 Yohanes 4:7-8. Bagaimana Anda mengizinkan ayat-ayat ini mendidik Anda dalam membangun relasi sosial diantara saudara seiman Anda? Juga bagaimana Anda dapat menerapkannya dengan ayah. Ibu atau saudara kandung Anda?
B.3. MELAKUKAN (M3)
Lakukanlah segera poin B.2. Merenungkan , di atas.
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Kasih yang nyata dan penuh pengaruh adalah perbuatan karena Anda pelaku Firman Tuhan. Bagikanlah kasih itu.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

