09 Oktober 2023
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Filemon 1:11, 15-19
A. PENGANTAR
Kali ini kita belajar tentang membangun kehidupan di dalam Kasih Kristus diantara anak-anak Tuhan, baik laki-laki maupun perempuan. Satu kebenaran yang sangat penting dan sangat mendasar dalam hal hubungan sosial di dalam gereja lokal atau diantara anak-anak Tuhan.
Mari kita simak apa yang tertulis dalam nats bacaan Alkitab hari ini. Disebutkan ada seorang bernama Onesimus yang disebutkan seorang yang di dalam kehidupan digambarkan sebagai orang yang tidak berguna di mata orang lain. Kata ‘tidak berguna’ dalam Filemon 1:11 adalah αχρηστος achrestos (Bahasa Yunani), yag di dalam Bahasa Inggris disebut Useless/profitable. Jika Anda bayangkan tentang satu barang yang tidak ada gunanya, maka barang itu tidak akan dipakai dan dibuang. Tidak ada nilainya. Bandingkanlah jika Anda berteman dengan seseorang yang tidak bisa diandalkan atau tidak bisa berbuat apa-apa di dalam tim kerja atau pelayanan , apakah sikap Anda? Kecenderungan adalah tidak melibatkan atau bisa saja menyingkirkannya. Pemikiran ini adalah pemikiran umum di tengah kehidupan sosial. Namun, sesuatu terjadi di dalam kehidupan Onesimus, dimana dari kesaksian Paulus, Onesimus mengalami perubahan diri menjadi seorang pribadi yang berharga di mata Tuhan, seperti yang tertulis dalam phrase berikut :
Sebab mungkin karena itulah dia dipisahkan sejenak dari padamu, supaya engkau dapat menerimanya untuk selama-lamanya, bukan lagi sebagai hamba, melainkan lebih dari pada hamba, yaitu sebagai saudara yang kekasih, bagiku sudah demikian, apalagi bagimu, baik secara manusia maupun di dalam Tuhan. Kalau engkau menganggap aku temanmu seiman, terimalah dia seperti aku sendiri. (Filemon 1:15-17)

Onesimus berubah dan disebut oleh Paulus sebagai ‘saudara kekasih’ dan ‘teman seiman’. Artinya Onesimus telah menjadi sama kualitas kehidupannya dengan Paulus dan Filemon yakni sebagai saudara kekasih atau teman seiman (Kristen). Kualitas ini diartikan sebagai wujud hadirnya Kasih Bapa di dalam kehidupan Onesimus , dimana juga Kasih Bapa hadir dan memenuhi Paulus dan Filemon. Kekuatan kasih Bapa yang dapat disebut Agaphe, memampukan mereka saling mengasihi sekalipun Paulus, Filemon dan Onesimus bukan saudara kandung. Tidak jarang kasih jenis ini tidak terlihat di dalam kehidupan keluarga kandung atau bukan keluarga kandung sehingga menjadi rentan untuk konflik dan terjadi persengketaan. Atau fenomena kasih minta balasan seringkali terjadi diantara banyak manusia. Komunitas demi komunitas yang dibentuk seringkali terbatas hanya pada visi an target komunitas. Tetapi di luar itu hubungan menjadi tidak kuat atau seadanya. Apalagi jika terjadi konflik dalam tim kerja atau tim sosial, maka hubungan antara anggota tim menjadi renggang dan dingin. Kisah Paulus, Onesimus dan Filemon, memberikan makna hubungan yang sangat dalam dan penuh kasih yang tidak tergantikan dengan bentuk hubungan sosial lainnya. Kualitas ini digambarkan Paulus saat dia berkata kepada filemon :
Sebab mungkin karena itulah dia dipisahkan sejenak dari padamu, supaya engkau dapat menerimanya untuk selama-lamanya, (Filemon 1:15)
Ada phrase : ‘supaya engkau dapat menerimanya (Onesimus) untuk selama-lamanya’ yang memberikan kesan bahwa ada standar hubungan yang tidak ada batas waktu atau batas kontrak kerjasama (selama-lamanya).
Di bagian lain Paulus mengajarkan tentang kecermerlangan hubungan kasih antara Paulus dan Onesimus, yang penulis sebutkan dengan istilah ‘tanggung jawab rohani’ (Divine Responsibility). Perhatikanlah ayat berikut ,
Dan kalau dia sudah merugikan engkau ataupun berhutang padamu, tanggungkanlah semuanya itu kepadaku —
aku, Paulus, menjaminnya dengan tulisan tanganku sendiri: Aku akan membayarnya — agar jangan kukatakan: “Tanggungkanlah semuanya itu kepadamu!” — karena engkau berhutang padaku, yaitu dirimu sendiri. (Filemon 1:18-19)
Paulus bersedia bertanggung jawab atas semua bentuk hutang dari Onesimus dan akan membayarnya. Apakah ada tanggung jawab seperti ini ada di dalam kehidupan anak-anak Tuhan? Bagaimana dengan Anda? Ini adalah gambaran kehidupan dalam kasih yang bukan basa basi. Ini realitas surga di bumi. Bukankah itu bentuk kasih Bapa untuk manusia berdosa dan untuk gerejaNya di bumi? Dia tidak pura-pura mengasihi Anda. Apakah alasan kita jika kita dapat berpura-pura mengasihi saudara seiman?

B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1).
Bacaan: Filemon 1:11, 15-19
- Siapakah Onesimus? (ayat 11)
- Apakah yang dikatakan Paulus tentang Onesimus? (ayat 16)
- Apakah yang dikatakan Paulus jika Onesimus berhutang? (ayat 18-19)
B.2. MERENUNGKAN (M2).
Apakah arti kasih Paulus kepada Onesimus, bagi Anda? Kenapa Paulus dapat melakukan itu terhadap Onesimus?
B.3. MELAKUKAN (M3)
Berhenti sejenak dari aktivitas Anda, dan pikirkanlah siapa yang tersimpan di benak Anda yang dengannya Anda masih memiliki hubungan yang tidak harmonis atau retak atau penuh konflik. Mulai berdoa dan datangi orang tersebut dan lakukanlah perdamaian dengannya. Selanjutnya rencanakanlah membangun hubungan kasih Kristus dengan dirinya.
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Ceritakanlah bagaimana Anda dapat mengasihi saudara seiman dengan penuh rasa tanggung jawab rohani, kepada komunitas rohani Anda.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

