08 Desember 2023
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : I Kor 13:3
Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku. (I Kor 13:3)
Titik kritis manusia dalam meresponi dan melakukan Firman Tuhan adalah emosional. Kata emosi adalah mengandung arti yang baik, misal tertawa, mengangis. Tetapi kata emosional mengandung arti emosi yang berlebihan, seperti, tertawa yang berlebihan atau terlena dalam tangisan.
Sedangkan firman Tuhan mengatakan bahwa kasih bukanlah ungkapan emosional, tetapi ungkapan hidup yang berdasarkan kebenaran (I Kor 13). Orang Farisi terkenal dengan kerajinannya bedoa dan belajar Alkitab. Tetapi ada satu hal yang sangat mendasar yang membuat setiap perbuatan mereka tidak berarti sama sekali di mata Yesus karena mereka tidak memiliki kasih sebagai dasar perilaku mereka. Mereke penuh emosional.

Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan. (Mat 23:23)

Sekalipun kita sudah memberi banyak dengan harta, pikiran, emosi dan lain-lain untuk pekerjaan Tuhan, tapi tanpa kasih Tuhan (Agaphe) semua sama dengan nol alias tidak berari bagi Kerajaan Allah. Mari mulailah dari benih kasih dalam diri anda untuk bergerak mengasihi orang lain.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo4

