RABU – IMANUEL: ALLAH MENYERTAI KITA (3)

27 Desember 2023

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Yoh 1:1; Yoh 8:23, Yoh 14:9

Mempelajari ke empat kitab Injil, tiga injil pertama Mateus, Markus dan Lukas banyak  menceritakan Yesus dari sudut padang apa yang dikatakan, perbuat dan mujizat yang terjadi dalam pelayanan Yesus dan ketiga injil ini disebut injil synopsis (memiliki pandang yang sama), tetapi injil Yohanes mengawali Injilnya dengan menyebut siapa itu Yesus.  Kitab Yohanes menyebut Yesus “Firman itu” (dalam bahasa Yunani logos).  Yohanes memperkenalkan Yesus  sebagai Firman Allah “Allah satu dengan  FirmanNya dari dulu sampai selama-lamanya”.   Sebagai mana dikatakan dalam Yoh 14:9 ………… Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami. Yohanes memberikan tiga ciri Yesus Kristus selaku “Firman itu” yaitu : a) Kristus sudah ada sejak semula bersama-sama dengan Bapa sebelum dunia ini dijadikan, b) Kristus itu adalah Allah, berhakikat sama dengan Bapa, c) Dalam Kristus,  Allah menjadi manusia, berhakekat manusia tetapi tanpa dosa.  Inilah pernyataan dasar dari irkarnasi atau penjelmaan Kristus menjadi manusia melalui kelahiran secara natural.

Kelahiran Yesus, menjadi satu ketidaknormalan pada saat itu benar-benar sulit utuk diterima secara akal, berbeda dengan siapapun yang pernah dan akan lahir di dunia ini, kelahiran Yesus  bukan kelahiran  yang berasal dari  fisik dunia.   Adam  diciptakan dari debu dan tanah,  Hawa dari tulang rusuk Adam, kalau kita ada karena buah dari pernikahan orang tua kita.  Kalau Yesus, kelahiranNya  dari Roh Kudus yang bukan pembuahan hasil pertemuan atau hubungan suami-istri.  KelahiranNya merupakan peristiwa yang unik, karena Dia yang adalah Allah sendiri  memilih cara untuk datang ke dunia, menyatakan diriNya dalam wujud manusia, memakai  rahim seorang perawan dan lahir sebagaimana biasa seorang bayi lahir  di kandang domba. Jadi selama Yesus  hidup di dunia ini Yesus Kristus mempunyai dua hakekat: Ia manusia sejati dan Ia Allah.  Dengan demikian, kita mempunyai pemahaman bahwa Yesus Kristus adalah Allah sejati (pada hakekatnya), namun juga manusia sejati. Ia adalah Allah yang menyatakan diri dalam wujud manusia.

Selanjutnya Alkitab menjelasakan  dari mana kita dan Dia berasal dalam Yoh 8:23 : “Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini, sebab Aku keluar dan datang dari Allah”.

Jadi Yesus memiliki dua hakekat yaitu manusia sejati tanpa dosa dan Allah sejati. Oleh kasihNYa Dia turun dari sorga untuk menyelamatkan kita yang berdosa. Terimalah Dia, Allah yang menjadi manusia yang tinggal ditengah-tengah kita, tinggikan namaNya dan pujilah Dia. Haleluya.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo4