KAMIS – JANGAN TAKUT MARIA

28 Desember 2023

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Luk 1:26-38

Berita kelahiran Yesus yang disampaikan oleh malaikat kepada Maria menyebar  tersebar juga kalangan ilmuan (orang Majus), gembala, istana raja Herodes dan seluruh Yerusalem.  Setiap orang akan memberikan respon yang berbeda-beda terhadap hal yang baru dan belum pernah terjadi, pastilah mereka memikirkan dampak dari kejadian itu kepada mereka dan kelangsungan kehidupannya.  Yang pasti mereka terkejut dan ketakutan mendengar berita kelahiran Yesus di zaman mereka.  Mereka terkejut atau ketakutan, karena  kejadian yang seperti itu belum pernah terjadi dan mustahil terjadi, tetapi bagi Tuhan tidak ada yang mustahil.

Coba renungkan bagaimana reaksi kita ketika tanpa diduga malaikat datang menemui kita? Pertanyaannya apakah kita tahu bahwa itu malaikat Tuhan?, Apakah kita bisa tenang mendengarkan pesannya? Alkitab menjelasakan bahwa Maria mengenalnya (seolah-olah dia terbiasa dengan suasana itu, sekalipun mungkin dia baru bertemu dengannya), dia tidak melarikan diri dan tidak berteriak histeris, karena mendengar suaranya, yang pasti Maria adalah wanita yang saleh dan menjaga kesucian dirinya sebagai wanita, dia disebut perawan Maria.  Dalam pertunangannya dengan Yusuf, dia menjaga hubungan yang suci dengannya.

Awalnya sebagai manusia Maria takut, tetapi ketakutan  menyingkir ketika dia menerima dan menyadari kasih karunia Tuhan seperti yang disampaikan dalam ayat 31 “Kata malaikat itu kepadanya: ”Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah”.  Demikian juga dengan kita, bisa saja kita mengalami ketakutan ketika mendengan pesan Tuhan, kalau kita mempertimbangkan keberadaan kita,  kekuatan, pengalaman, kondisi, sosial budaya, apa kata orang nantinya dan lainnya, maka kita akan menolak dan tidak mau percaya tentang berita atau pesan yang kita terima, dan akan berusaha untuk menolaknya apalagi pesan itu tidak masuk logika kita.  Malaikat Gabriel meneguhkan Maria dengan berkata bahwa untuk masuk dalam rencana besar itu, Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah yang Mahatinggi akan menaungi engkau (ayat 34).  Maria percaya akan pesan yang luar biasa yang disampaikan kepadanya, bahwa semuanya karena kasih karunia, dia akan mampu melakukannya karena Kuasa dari tempat yang Mahatinggi. Ketika Maria tahu bahwa kedua hal itu menyertainya, Maria berkata dalam ayat 37 “bagi allah tidak ada yang mustahil” dan akhirnya dia berkata dalam ayat 38 ”Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.” Dan sungguh ketakutan yang penuh penyerahan diri kepada Tuhan melahirkan mujijat besar, Yesus Juru Selamat lahir ke dunia.

Dalam kehidupan ini, begitu banyak kejadian yang menakutkan, bisa jadi hampir setiap hari ada saja berita atau kejadian yang menakutkan kita. Ketakutan akan menyingkir, ketika  menyadari bahwa kita ini adalah hamba Tuhan, Dia akan memperlengkapi dengan kasih karunia, Dia akan menuntun dengan Roh Kudus dengan kuasa dari tempat yang Mahatinggi dan ketika kita mentaatinya, kita akan melihat mujizat “bagi Allah tidak ada yang mustahil”

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo4