30 Desember 2023
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Lukas 2:11
Dalam Alkitab, sejarah membuktikan bahwa jika dibandingkan dengan siapapun yang pernah lahir di dunia ini, Yesus adalah seseorang yang mendapatkan gelar dan sebutan jabatan yang paling banyak sepanjang sejarah manusia. Gelar ini muncul sebelum dan sesudah kelahirannya dan sampai nanti Dia datang kembali untuk kali yang kedua. Dari sekian banyak jabatan atau gelar yang dimilikiNya antara lain adalah Imanuel, Tuhan dan Kudus. Setiap sebutan yang dimilikinya mengandung arti dan tujuan yang yang berbeda-beda, agar kita bisa dengan utuh mengenalNya dan bisa tinggal bersama-sama denganNya.
Pernahkah kita berpikir, jika Yesus mau bersama-sama dengan kita, apa yang harus kita perbuat agar kita bisa bersama-sama dengan Yesus seterusnya? Misalkan ada seorang pejabat datang ke rumah kita, dan dia mau tinggal bersama di rumah kita, pastilah kita akan menata seluruh rumah kita, mengenal dia dari dekat, mengenal siapa dia sebenarnya, mengubah cara berpikir, cara bicara, tindakan kita agar pembesar tersebut mau tinggal bersama-sama dengan kita dan kitapun nyaman tinggal bersamanya. Pasti ada yang harus kita rubah agar kita bisa tinggal bersama dengan dia.

Sebutan Imanuel “Tuhan menyertai kita”, Yesus sebagai Juru Selamat oleh inisiatif Nya mau datang ke dunia dan mau tinggal bersama-sama dengan kita. Tuhan mau menjadi sama dengan manusia sebagai keluarga ditengah-tengah umatNya. Dia begitu dekat dengan manusia tidak ada jarak, mereka benar benar sebagai sahabat.
Bagaimana untuk kita bisa tinggal bersama dengan Yesus, satu hal yang harus kita sadari bahwa Dia Tuhan seperti yang disampaikan dalam Lukas 2:11 “Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud”. Menyadari bahwa Dia Tuhan akan membuat kita memiliki rasa hormat, kagum dan tidak main-main bila ketemu denganNya, Dia mahakuasa, mahapencipta, maha dasyat dan berdaulat akan segala sesuatu, Dialah yang menciptakan jagat raya ini dengan segala isinya, Dia menentukan hidup-mati seseorang. Hal inilah yang tidak disadari oleh orang-orang yang hidup bersama Yesus pada saat itu, mereka hanya melihat Yesus sebagai manusia yang luar biasa, padahal Dia adalah Tuhan. Seandanya mereka sadar bahwa pribadi yang sedang mereka hadapi adalah Tuhan yang maha kuasa, tentunya sikap dari orang Farisi, ahli taurat, Kaisar dan Raja serta pasukan Romawi akan berbeda, mereka tidak akan berani untuk menyentuhnya.

Demikian juga dengan kita, memang Dia juru selamat kita (Dia dekat dan dia mau bersama dengan kita), tetapi untuk kita bisa benar hidup bersamaNya, kita harus menyadari bahwa YESUS itu TUHAN yang berdaulat, pencipta langit dan bumi. Begita kecilnya hidup kita, begitu tidak berdayanya kita dihadapanNya, sehingga siapa kita ini sehingga Dia mau tinggal bersama dengan kita. Mari kita hidup bersama dengan Dia dengan penuh rasa hormat dan penuh pengagungan.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo4

