31 Desember 2023
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Lukas 1:35, 1 Pet 2:9-10
Kata kudus ini bukanlah hanya sekedar bersih, saleh, jujur, baik, takut akan Allah dan-lain-lain, melainkan kudusnya Allah, memang DIA KUDUS”, yang menjadi sifat dasar Allah “tanpa dosa dan tanpa berbuat dosa”. Dia sumber kedudusan dan Dia sanggup untuk menguduskan yang tidak kudus. Sebutan atau gelar KUDUS ini tidak pernah ada pada siapapun selain kepada YESUS. Seperti yang disampaikan dalam Luk 1:35 “Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah”.

Yesus itu Kudus dan mau tinggal bersama dengan kita yang tidak kudus. Dia datang tinggal bersama dengan kita, untuk mengajar dan memberikan teladan cara hidup yang benar yaitu hidup kudus, kekudusanNya menguduskan kita juga. Dia mau menyiapkan murid/gereja yang hidupnya berbeda dengan cara hidup orang pada saat itu. Dia membawa dan mengajarkan budaya yang berbeda (budaya kerajaan Allah), cara hidup dengan prinsip kerajaan sorga, cara hidup yang terpisah dengan cara hidup duniawi “inilah yang disebut kudus yaitu terpisah, berbeda dengan dunia ini, yaitu hidup dengan prinsip Tuhan”. Jadi Dia datang untuk mengkhususkan kita, menguduskan gereja bagiNya, memisahkan kita dari dunia ini.

Sadarkah kita setelah kedatanganNya dan Dia tinggal bersama dengan kita, ada hal yang harus kita mengerti, bahwa untuk bisa tinggal bersama dengan Dia maka kita harus mengerti bahwa DIA KUDUS. Dia benar-benar terpisah dari dunia ini, tidak ada kecemaran tidak ada dosa, tidak ada pelanggaran perintah Tuhan dalam hidupNya, Dia benar-benar menunjukkan bagaimana hidup benar yaitu hidup kudus. Untuk itu sebagai umat Tuhan mari kita jaga hidup kita dengan hidup KUDUS, tidak hidup asal-asalan atau seenaknya dan kompromi dengan dunia ini. Tanpa menyadari bahwa DIA KUDUS, maka kita tidak akan bisa tinggal bersamaNya. Mari kita ingat identitas kita yang sudah ditebusnya dalam 1 Pet 2:9-10 “Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsayang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib: kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan”.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo4

