JUMAT – KESETIAN

26 Januari 2024

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Kidung Agung 2:16; 6:3; 7:10

Ketika kita memiliki harta yang sangat berharga, pastilah kita setia untuk menjaganya, pasti tidak  lalai atau lengah memperhatikannya, penuh kehati-hatian jangan sampai hilang dan rusak.  Demikian juga dengan hubungan kita dengan Tuhan,  sesuatu yang sangat berharga yang harus dijaga dengan cermat.  Kasih yang berharga yang diberikan Tuhan kepada kita harus kita jaga dengan penuh kesetiaan, karena inilah yang membuat kita bisa menikmati janjiNya.  Hubungan oleh “cinta” kasih kita kepadaNya harus dijaga dengan penuh kesetiaan.

Kasih Tuhan kepada gerejaNya adalah Agape, sehingga kita mengasihihi Tuhan harus dengan Agape juga bukan dengan kasih yang lain.  Cinta kita kepada Tuhan bukan eros tetapi agape.  Tuhanlah yang menciptakan cinta dan iblis merusaknya, iblis merusak cinta agape menjadi cinta duniawai yang penuh nafsu dan egois. Membaca Kidung Agung  harus  dengan cinta agape, sehingga kita bisa mendapatkan pesan kasih yang berharga yang dituliskan dalam kitab ini. Kitab ini sangat luar biasa, kitab ini buat orang percaya, tidak ditujukan pada kelompok usia tertentu, kitab ini bukan untuk orang dewasa secara usia, tetapi kepada orang percaya yang berpikiran Kristus.  Tiga ayat diatas mengingatkan kepada kita bagaimana kesetiaan dan keintiman antara wanita Sulam dengan tunangannya.  Cintalah yang mengikat dan mempersatukan mereka.  Dimanapun gadis Sulam berada dia terus SETIA mengingat kekasihnya, keintiman hubungan dengan kekasihnya begitu rupa tidak dibatasi oleh jarak dan waktu, sehingga dia  berkata: kekasihku kepunyaanku, dan aku kepunyaan dia yang menggembalakan domba di tengah-tengah bunga bakung.  Bagi dia kekasihnya begitu berharga dan dia berharga bagi kekasihnya, mereka saling mencintai satu dengan yang lainnya, begitu eratnya hunbungan kasih diantara mereka berdua.

Menurut saya inilah  gambaran cinta gereja kepada Yesus, kita sudah dipertunangkan dengan Kristus sebagai calon Mempelai Pria di akhir zaman nanti, kendati kita belum masuk dalam “pernikahan Anak Domba”, kita masih di dunia dalam penantian hari kedatangan, walapun demikian kita harus terus setia kepada Yesus, dengan berkata kita adalah milik Yesus dan Yesus milik kita,  Dia segalanya bagi kita kapan dan dimana saja.

Sekalipun begitu banyak godaan dan tawaran dari dunia ini, kita harus tetap mengingat bahwa hidup kita adalah milik Tuhan, kita harus setia menjaganya dengan penuh kekudusan dan kemurnian.  Cinta kita tidak boleh beralih kepada dunia ini, kita harus setia “Sekali Yesus Tetap Yesus”.

Bagi yang sudah berkeluarga, cinta dalam keluarga begitu berharga, kita harus jaga dengan penuh kesetiaan.  Ingatlah kita sudah dipersatukan, kita harus setia menjaga cinta kita kepada pasangan kita sampai akhir dengan berkata “Istriku kepunyaanku dan aku kepunyaan istriku  , suamiku kepunyaanku dan aku kepunyaan istriku”.  Demikian juga dengan anak-anak muda yang belum menikah, hasus setia menjaga kekudusan dan kemurnian hidup sampai hari pernikahan, jangan ternoda dengan pola hidup yang tidak peduli dengan kekudusan.    Tuhan memberkati. 

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo4