25 Januari 2024
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Yesaya 43:1-7
Dalam perikop ini Yesaya mengingatkan kita akan penghiburan, kelepasan dan pemulihan atas umatNya yang pada saat itu ada dalam pembuangan di Babel, ada Tuhan yang setia dengan janjiNya, akan membawa mereka kembali ke Yerusalem. Hal ini juga merupakan nubuat nabi Yesaya akan kedatangan Mesias yang akan membangun kerajaan-Nya di bumi. Kelepasan Israel dari pembuangan di Babel semata-mata karena kasih Allah yang sangat berharga akan umat-Nya. Kasih yang merupakan inisiatif dari Allah yang penuh dengan pengorbananNya. Dia mengasihi bukan karena mereka sedang mengasihiNya atau mereka sedang memiliki hubungan yang intim. Seperti kasih yang dialami oleh orang Israel dalam pembuangan, demikianlah Allah menunjukkan kasihNya kepada kita.

Tuhan menyediakan penebusan, menebus dari segala kesulitan, kesengsaraan dan mengeluarkan umatNya dari tawanan. Tuhan tidak membiarkan umatNya ada dalam kehancuran, dikatakan bahwa Orang Israel adalah milik-Nya, dan Ia mengenal nama masing-masing mereka, sekalipun mereka ada dalam pembuangan, Tuhan bersama dengan mereka karena mereka berharga dan mulia bagiNya, UmatNya adalah sasaran kasih-Nya yang sangat berharga. Walaupun orang Israel pada saat di Babel, secara rohani tidak sedang hidup berkenan kepada Tuhan dan bukan sedang mencari Tuhan, tetapi Tuhan memiliki rencana yang besar bagi mereka, mereka ditebus untuk menjadi hambaNya dan menjadi saksiNya oleh kasih.

Demikian juga dengan kita sebagai orang percaya, Tuhan memberikan kasihNya kepada kita, bukan karena kita sedang mencari kasih itu, tetapi karena Tuhanlah yang punya inisiatif untuk memberikan kasihNya kepada kita. Kasih itu sangat berharga, tidak bisa didapat dengan kekuatan dan usaha manusia, tidak bisa dibeli dengan kekayaan dunia ini berapapun harta yang kita miliki. Sungguh kasih itu sangat berharga, kita tidak bisa dapatkan dengan cara apapun, sehingga Tuhan memberikanNya kepada kita dengan pengorbananNya. Kita dikasiNya karena kita sungguh berharga dimataNya, Dia mengenal kita dan dia peduli dengan kita, seperti Yesaya 43:4 Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia dan Aku ini mengasihiengkau, maka Aku memberikan manusia sebagai gantimu, dan bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu.
Kita berharga bukan karena prestasi, kekayaan yang kita miliki. Kita berharga karena kita memiliki kasih Agape, kasih yang berharga dari Tuhan. Percayalah oleh kasihNya, kita sungguh berharga dimata Tuhan. Terimalah dan alamilah kasih Tuhan yang sangat berharga itu.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo4

