RABU – DISIPLIN MENJAGA HARTA YANG BERHARGA

24 Januari 2024

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Kidung Agung 2:7; Ibrani 13:4

Wanita Sulam yang dikisahkan dalam Kidung Agung, adalah wanita yang sudah  memiliki tunangan “seorang gembala”, dia  mendapat godaan atau tawaran dari Raja Salomo yang kaya raya untuk menikah dengannya.  Pada saat itu Raja Salomo sudah mempunyai 60 permaisuri, dan bisa saja  mudah bagi Salomo untuk mendapatkannya, karena daya tarik kekayaan, status dan kemewahan yang dimiliki.  Luar biasa wanita Sulam ini tidak tertarik dengan semua tawaran yang diberikan oleh Salomo, dia mempertahankan cinta sejatinya dengan sang tunangan yang seorang gembala, dia menguasai diri untuk tidak tergoda atau tercemar oleh pria lain termasuk Salomo yang menjadi Raja pada saat itu.  Dalam Kidung Agung 2:7 dikatakan “Jangan kamu membangkitkan dan menggerakkan cinta sebelum diingininya” bisa diartikan sebagai bentuk disiplin diri untuk tidak terbawa pada keinginan atau kebutuhan biologis yang tidak benar dan dia menegur dengan tegas  putri-putri Yerusalem yang mencoba untuk menggodanya.

View Post

Selanjutnya Ibrani 13:4 dikatakan  bahwa yang paling berharga  yang harus dijaga dan dimiliki orang percaya adalah kekudusan dalam hal seksual,  kemurnian  secara moral  artinya bebas  dari semua  hal-hal yang sifatnya cabul dan perjinahan.  Dibutuhkan  pengendalian diri atas segala pikiran yang bersih yang segera mengalihkan pikiran dari hal-hal yang merangsang keinginan yang tidak sesuai dengan kekudusan dan kemurnian hidup.  Wanita Sulam terus berpegang kepada janji dengan tunangannya, sehingga dia terhindar dari godaan “Raja Salomo” dan terus  menjaga yang paling berharga dalam kehidupannya “Precious Love”.

Wanita Sulam ini benar-benar diperhadapkan dengan kondisi yang sulit, tetapi dia  menguasai dirinya dengan terus mengingat bahwa dia sudah punya tunangan sehingga dia tidak tergoda, dia terus menjaga kekudusan hidupnya sampai dia bisa kembali kepada kekasihnya “gembala”.

Sebagai orang percaya harus memiliki sikap yang  penuh hormat terhadap perkawinan dan jangan mencemarkannya, sadarilah bahwa  orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah.  Teruslah  mengendalikan diri dan menjauhi semua tindakan dan rangsangan seksual yang dapat menajiskan kemurnian di hadapan Allah.   Di akhir zaman ini dengan kemajuan teknologi informasi, dengan banyaknya godaan seksual dari berbagai situs porno, pergaulan bebas, tetaplah menjaga kekudusan dengan berpegang teguh kepada firman.

Hal yang dialami oleh gadis Sulam adalah gambaran yang dialami oleh orang percaya, gambaran  gereja saat ini yang tidak boleh mencemarkan dirinya dengan hal-hal duniawi.   Kita sebagai orang percaya, telah dipertunangkan dengan Kristus.  Dalam masa pertunangan ini kita mendapat godaan dari dunia ini, hati-hati  jangan hanyut olehnya, pegang teguh kepada janjiNya bahwa tunangan gereja “Yesus Kristus” akan datang segera, membawa kita bersama Dia selama-lamaNya.  

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo4