SABTU – PEKERJAAN YANG TAHAN UJI

10 Februari 2024

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : 1 Korintus 3:14-18

Pekerjaan setiap orang akan teruji oleh berbagai bentuk proses dan alat. Semua yang dikerjakan manusia bukanah sekedar untuk mencapai hasil misalkan berupa barang atau materi, tetapi ada hal lain yang sangat penting di balik pencapaian itu. Yakni nilai sukses itu sendiri. Nilai sukses adalah hikmat yang dikandung dari satu proses menuju pencapaian yang memiliki makna mulia dan luhur. Secara aturan kerja, cara kerja dan standar kerja akan menjamin proses yang benar dan hasil yang diharapkan. Tetapi selalu ada faktor X yakni faktor di luar kontrol manusia. Misalkan kesalahan manusia (Human error) atau faktor alam.

Apapun yang dikerjakan, sebagai anak Tuhan, terlebih dahulu kita membawa ke hadapan Tuhan semua bentuk dan jenis pekerjaan kita. Apakah bernilai selaras dengan kebenaran Allah atau bertolak belakang. Apa yang dikerjakan Yunus , dengan pergi ke Tarsis adalah tindakan yang bertolak belakang terhadap perintah Tuhan. Sekalipun keinginan daging ingin meninggalkan tugas dari Tuhan, namun FirmanNya sebagai ketetapan Ilahi agar Yunus berhasil di dalam hidupnya jika ia pergi Niniwe untuk melayani rakyat di sana. Apa yan dikerjakan Yunus di Tarsis tidaklah tahan uji atau tidak membuahkan hasil yang mulia dan berkenan di hati Tuhan. Tetapi hasil yang bernilai mulia dan luhur adalah tersedia di Niniwe. Itu sebabnya Yunus sadar dan bertobat dengan satu pemikiran bahwa pekerjaan yang tahan uji untuk keberhasilan dalam hidupnya adalah melayani rakyat di Niniwe. Dalam proses ini sekalipun salah , akhirnya Yunus diajar untuk memiliki ketabahan yang benar selama masa penderitaannya. Dia harus tabah untuk diproses Tuhan agar Yunus hanya melakukan perintahNya, bukan yang lain. Ketabahan membutuhkan pemikiran yang benar yakni firman atau amanat Tuhan. Marilah kita membangun ketabahan diri ketika kita sadar dan percaya akan tugas dan tanggung jawab yang Tuhan percayakan. Penderitaan karena Kristus adalah signal kesempatan untuk membangun ketabahan yang benar.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo4