13 Februari 2024
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : 1 Yohanes 3:16
“Mudah bagi kita untuk mengasihi orang yang baik kepada kita”, tidak macam-macam, selalu mendukung kita, dan menguntungkan kita, tetapi orang berbeda, menyebalkan, mengesalkan, tidak mau berterima kasih, julid, membicarakan kita dan menggosip/memfitnah kita atau memusuhi kita, sangatlah sulit!
Sering kali kita sebagai pelayan Tuhan lelah, capek hati dan jengkel serta makan hati dengan sikap Saudara seiman, atau jemaat Tuhan, yang sudah ditolong, dilayani, dibantu dengan diberikan yang terbaik, eh ujung-ujung nya tidak berterima kasih bahkan mereka “membicarakan” kita dibelakang. “Ya, terkadang bahkan mungkin sering kita juga ditempatkan di komunitas anak Tuhan yang seperti ini, “tidak sehat dan kondusif”.
Perlakuan mereka kepada kita, yang sudah berusaha untuk melakukan terbaik untuk menolong dan melayani mereka, justru menyakitkan, membuat kita “darting” (darah tinggi) dan kesel, “ngedumel” dengan berkata, “sudah dikasih hati, minta jantung”.
Perlakuan dan sikap makan hati, serta tidak menyenangkan dari orang-orang disekitar kita (bisa gereja) inilah justru mengajarkan kita tentang arti mengasihi dengan tulus (true love) serta mengajarkan kita untuk hidup saling menajamkamkan (Amsal 27:17).

Saat kita berada ditengah orang-orang yang sulit kita kasihi, itulah saatnya kita naik level dalam mengasihi
Ya, memang mengasihi orang lain tidak selalu mendapatkan hal yang baik, bahkan banyak hal yang buruk kita terima dari mereka. Hal yang sama dialami oleh Yesus, Yesus mengalami banyak hal yang tidak menyenangkan dari manusia yang Ia sangat kasihi. Ia difitnah, direndahkan, ditolak, diludahi, diinjak, ditombak, tidak dianggap, tidak mendapatkan penghormatan, tidak mendapat respek, ditinggalkan sendiri, bahkan hal yang buruk ia berdarah-darah, serta disiksa Bahkan Yesus telah menyerahkan nyawaNya untuk kita (1 Yohanes 3:16)
REFLEKSI DIRI :
“Apakah semua hal ini layak untuk diterimaNya sebagai balas kasihNya yang sejati (true love), tentu tidak! Tetapi perlakuan tidak layak yang diterimanya ini, bagi Yesus, justru menjadi bukti bahwa kasihNya Sejati. (unconditional love – kasih tanpa syarat)

YANG HARUS DILAKUKAN :
belajar dari teladan Yesus, bahwa Ia terlebih dulu mengajarkan kasih yang tanpa syarat (unconditional love) kepada kita manusia yang berdosa dan tidak berterima kasih ini. Maka kita pun harus bisa atau sanggup untuk mengasihi sesama manusia yang penuh noda dan cacat celah.
HIKMAT HARI INI
Mengasihi itu tidak semudah dan seremeh status banyak orang Kristen di sosial media. Kasih adalah kekuatan Allah yang mengubahkan.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo4

