12 Februari 2024
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : 1 Yohanes 4:7-21
“Apa yang menjadi alasan utama, Allah mengasihi kita?” Yang pertama karena Kasih itu berasal dari Allah sendiri (sumber) (ayat 7-8) dan yang kedua adalah agar kita (manusia) dapat mengenal Kasih itu dan lahir dari Kasih itu dan hidup nyata dalam Kasih itu, bahkan berkarya dalam Kasih itu yaitu dengan hidup saling mengasihi. Tujuan Allah mengasihi kita terlebih dahulu, supaya kita dapat hidup dalam, mengenal dan memahami Kasih itu.
Dalam proses berpikir, manusia sering menggunakan 5W1H (Who, When, Where, Why, What dan How) dalam bertanya untuk sebuah Alasan. Jadi tujuan Allah mengasihi kita terlebih dulu, supaya kita tahu siapa (who) Kasih itu? Kapan (when) Kasih hadir, yaitu terlebih dulu (first loved us) mengasihi sebelum manusia mampu mengasihi Allah. Bagaimana (How) Kasih itu hadir dan bekerja ke dunia, melalui karya anakNya yang Tunggal (Yesus). Mengapa (why) Kasih itu bisa ada? Supaya manusia mengenal dan memahami serta mengalami Kasih serta Apa (what) Kasih itu, supaya oleh Kasih itu, kita manusia tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal (Yohanes 3:16)

Dan setelah kita memahami, mengenal dan hidup dalam Kasih itu maka kita mampu mempraktekan dalam kehidupan kita sehari-hari dengan melalukan tindakan saling mengasih (love one another)
Persoalan terbesar kita adalah, manusia tidak mengenal, tidak paham dan tidak dapat hidup dalam kasih itu, sehingga Allah menjadikan Kristus (dalam rupa manusia) sebagai teladan (modeling) atau contoh, sehingga kita dapat mencontoh suri teladanNya dalam mempraktekkaan Kasih. Tidak mudah untuk hidup di dalam Kasih dan melakukannya, Yesus pun harus menyangkal diriNya dan berdarah-darah bahkan menyerahkan nyawaNya. Dan kehidupan teladan Kristus ini lah yang dapat menjadi teladan bagi kita dan kita lakukan kepada saudara-saudara kita.

REFLEKSI DIRI :
Tidak mudah untuk hidup di dalam Kasih itu sendiri, butuh pengorbanan (sacrifice), dan mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan, bahkan (kerugian) berdarah-darah. Yesus pun mengalaminya tetapi oleh karena kekuatan Kasih itu sendiri, Ia mengalami kemenangan, bukan keuntungan yang Ia peroleh (taking benefit) melainkan kemenangan yaitu keselamatan bagi orang yang Ia kasih. Kasih hanya berfokus pada orang lain, bukan diri sendiri.
YANG HARUS DILAKUKAN :
Karena Yesus telah memberi teladan, maka mudah bagi kita untuk mengasihi orang lain, sekalipun kita tidak diperlakukan orang lain tersebut dengan sesuatu yang menyenangkan atau mengalami keuntungan.
HIKMAT HARI INI
Kasih adalah kekuatan Allah untuk kita dapat peduli dengan orang lain sekalipun tidak ada keuntungan yang kita dapat didalamnya.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo4

