15 Februari 2024
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Mazmur 100:5
Salah satu penyebab kegagalan atau kandasnya sebuah hubungan kerap kali dipicu oleh pemikiran ini: “Dia sudah berubah.” Patokan yang ditemukan di awal membangun hubungan seringkali mengalami perubahan di dalam proses nya dan menyebabkan satu atau dua pihak kemudian memutuskan untuk mengakhiri hubungan tersebut.
Satu-satunya hal yang konstan atau tetap adalah perubahan. Segala sesuatu pasti berubah. Musim berganti, orang-orang di sekitar kita menua, keinginan dan harapan kita berubah. Jika demikian, apa yang dapat kita pegang di dunia yang selalu berubah ini? Firman Tuhan mengatakan bahwa Dia tidak berubah dan akan selalu melakukan apa yang telah dijanjikan-Nya. Tidak peduli betapa tidak menentunya hidup kita, Kita dapat percaya pada kasih dan kesetiaan Tuhan yang terus-menerus. Ibrani 13:8 menyatakan bahwa Tuhan itu tetap sama dan tidak pernah berubah dahulu sekarang dan selamanya. Dia selalu baik dan mengasihi kita dalam kuasa-Nya. Tidak peduli bagaimana dunia berubah, kita dapat percaya bahwa kasih Tuhan konsisten. Berbeda dengan hubungan antarmanusia yang tidak dapat dipungkiri kerap kali mengalami inkonsistensi, pemazmur bahkan mengajak kita untuk mengenang akan kasih Tuhan yang selalu baru, konsisten, dan tetap selama-lamanya. (Mazmur 100:5)

Kasih-Nya yang konsisten seharusnya memampukan kita untuk mengasihi Tuhan dengan semua yang kita bisa. Kasih-Nya yang terus-menerus memberi kekuatan dan keyakinan bahwa seburuk apa pun dosa kita, sehitam apa pun pikiran kita dan sehebat apa pun kesalahan kita, Ia selalu ada disana menunggu kita untuk berbalik arah, menyenangkan-Nya melalui perbuatan kita, setiap saat, hari ini, hingga nanti!
REFLEKSI DIRI :
Ingatlah! KasihNyalah yang membuat Ia tidak pernah berubah, Ia setia dan tetap selamanya, sekalipun kita manusia senantiasa berubah menjadi tidak setia. Kasih itulah yang telah Ia tunjukkan kepada kita, untuk kita juga alami bukan saja kepadaNya teapi kepada siapapun kita. I Yohanes 1:9 …”Ia adalah setia dan adil sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita…”

HIKMAT HARI INI:
Sekalipun dalam membangun hubungan, banyak saudara kita telah berubah, mereka tidak setia dengan komitmen awal, bahkan mereka mengkhianati. Teladan Yesus membawa kita pada pemahaman bahwa mengasihi itu tidak harus mendapatkan sesuatu (taking benefit), tetapi kehilangan sesuatu (sacrifice and giving). Dan ingat bahwa kasih itulah yang menutupi segala dosa dan pelanggaran (1 Petrus 4:8)
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo4

