renungan jumat

JUMAT – INISIATIF UNTUK PEDULI

16 Februari 2024

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Markus 10:46-52

Yesus berhenti dan berkata, _“Panggillah dia!” Mereka memanggil orang buta itu dan berkata kepadanya, “Teguhkan hatimu, berdirilah, Ia memanggil engkau.”_ *(Markus 10:49)*

Hari itu perjalanan Yesus dan murid-murid-Nya sedikit terganggu. Pasalnya, ada seorang buta yang terus berteriak: _“Yesus, anak Daud, kasihanilah aku!”_ Teriakan yang demikian keras membuat banyak orang, mungkin termasuk para murid jengkel sampai-sampai mereka harus menegurnya agar diam. Tapi Bartimeus tak peduli, ia malah lebih mengeraskan suaranya. Akhirnya Yesus pun berhenti, meminta orang memanggilnya dan mengabulkan permintaannya, dengan mencelikkan matanya *(ay. 49-52)*.

Mari merenungkan sikap dari beberapa pengikut Yesus yang menegur Bartimeus saat itu. Banyak orang berbondong-bondong mengikuti Yesus; mereka ingin dianggap sebagai _“pengikut-Nya”_, tetapi rupanya hanya sedikit yang peduli kepada yang hina. Tak seorang pun dari murid-Nya peduli kepadanya. Alih-alih membantu, mereka justru marah dan meminta Bartimeus untuk diam.  Namun Yesus menunjukkan betapa Dia adalah Tuhan yang peduli. Yesus tahu Bartimeus membutuhkan-Nya. Dan hari itu, Bartimeus menerima kesembuhannya. Bahkan ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya!

Banyak orang mengaku murid Kristus dan mengikut Yesus, namun tidak semuanya memiliki _hati yang melayani, hati yang peduli_ kepada penderitaan sesamanya. Mengasihi sesama adalah bukti bahwa kita mengasihi Allah.  Demikianlah iman yang bekerja melalui perbuatan baik kita.  Bersedia peduli dan membawa sesama kepada Kristus adalah bukti bahwa kita mengasihi Kristus.  _Apakah kita memiliki hati yang demikian?_ Hati yang peduli membantu mereka yang lemah serta mengarahkannya kepada Kristus?

REFLEKSI DIRI :

Yesus mengasihi terlebih dulu, artinya Ia terlebih dulu _(berinisiatif)_ peduli kepada orang-orang membutuhkan kasihNya. Di dalam pikiran Yesus hanya ada kerinduan untuk mempedulikan dan melayani orang yang membutuhkanNya.  HatiNya hanya dipenuhi dengan kerinduan melayani orang lain.

HIKMAT HARI INI: 

Bapa, beri kami hati yang mengasihi sesama dan  yang senantiasi berinisiatif terlebih dulu melayani, dengan tidak menunggu dilayani terlebih dulu.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo4