04 April 2024
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Roma 1:1-7, 1 Korintus 12:3
…menurut Roh kekudusan dinyatakan oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati bahwa Dialah Anak Allah yang berkuasa, Yesus Kristus Tuhan kita. (Roma 1:4)
Ketuhanan Yesus Kristus masih digugat dan dipertanyakan dari abad pertama sampai sekarang. Kedudukannya sebagai Kristus (Tuhan) atau Mesias terus diperkarakan. Begitu juga, kebangkitan-Nya dipergunjingkan sebagai perkara yang tidak masuk akal.
Paulus menanggapi isu ini secara jitu.
Kebangkitan Yesus penting karena menyatakan pembelaan Allah, menegaskan bahwa Yesus adalah Anak-Nya, Yesus adalah Kristus (Mesias) dan Tuhan (Kurios). Kebangkitan memang tidak masuk akal (make sense), namun bukan bertentangan dengan akal sehat, melainkan melampaui akal-akal kita tidak cukup untuk memahaminya. Kebangkitan yang membuktikan Yesus Hidup adalah peristiwa yang melampaui daya tampung pikiran kita.

Akal tidak mampu mencernanya karena akal itu sendiri penuh keterbatasan. Lawatan Allah pada manusia melalui kebangkitan Yesus hanya dapat diterima jika kita bersedia mengakui keterbatasan akal tersebut dan menyambut Misteri Iman. Dan kuasa yang mampu menjelaskan untuk kita mampu menerima dan mengakui Yesus adalah Tuhan yang hidup yang bangkit dari kematian adalah roh Kudus (Roma 1:1-7, 1Kor 12:3)
Sikap paling tepat terhadap kasih karunia, dengan demikian, bukanlah mengerahkan daya rasio (logika) untuk memahaminya. Sebaliknya, dengan rendah hati kita membuka hati untuk menerima, menjaga, dan mempersilakan kasih karunia itu mengubah cara pandang.
Perubahan perspektif ini nantinya memotivasi kita untuk bergerak dalam hidup yang baru. Itulah makna kebangkitan Yesus. Manusia yang menerima misteri Iman dalam kebangkitan Yesus hidupnya menjadi berarti, utuh, penuh oleh sukacita tiada terkira serta cinta pada Allah dan sesama.

REFLEKSI DIRI : Ingatlah oleh kuasa Roh Kudus yang melampaui segala akal, kita dapat mengerti dan mengenal Yesus yang hidup, itu bukan datang dari nalar manusia.
HIKMAT HARI INI: Dunia sulit untuk menerima logika iman bahwa ada peristiwa kebangkitan serta Yesus Itu Hidup, dibutuhkan pengertian tentang kasih karunia yang berasal dari Allah sendiri.
YANG HARUS DILAKUKAN : Dibutuhkan pengenalan yang utuh melalui keintiman dengan Allah (bergaul karib), sehingga kita mampu mengerti bahwa Yesus Kristus itu Tuhan yang hidup,
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo4

