06 April 2024
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Lukas 24:1-12
Setelah para perempuan mendengar berita itu, mereka tersadar. Mereka mulai mengerti mengapa Yesus tidak ada di kubur. Ia telah bangkit. Hati mereka pun berubah. Penulis Matius bahkan mencatat, “mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitakannya kepada murid-murid Yesus” (Mat. 28:8).
Semula mereka ke kubur dengan hati lesu, namun mereka pulang dengan sukacita besar. Semula mereka pergi dengan langkah lemah, namun pulang dengan berlari cepat-cepat. Mereka pergi dengan putus asa, pulang dengan harapan baru. Kebangkitan Yesus telah mengubah kedukaan menjadi kemenangan. Ada kehidupan baru yang hadir dalam diri murid-murid.

Pertanyaan kita sekarang adalah apakah makna kebangkitan Yesus bagi kita? Ada beberapa hal yang kita pelajari dari perikop renungan Paskah ini, yakni:
Pertama, Paskah adalah bukti kuasa Tuhan yang tanpa batas (ay. 1-3). Dalam ayat 1-3 tersebut menjelaskan, ketika Maria dari Magdala, Yohana, dan Maria ibu Yakobus pergi ke kubur Yesus, mereka tidak menemukan mayat Yesus di sana.
Kenapa, karena Yesus telah bangkit dari kematian (ay. 7). Artinya, kematian dan alam maut tidak mampu menahan kuasa Tuhan yang membangkitkan Yesus. Hal inilah yang kemudian disampaikan Paulus kepada jemaat di Korintus, “Maut telah ditelan dalam kemenangan. Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?” (1 Kor. 15:54b-55)

REFLEKSI DIRI : Melalui peristiwa kebangkitan Yesus, Paulus dalam tuntunan Roh Kudus ingin menegaskan bahwa kuasa Tuhan tidak dapat dibatasi oleh hal apa pun. Dia adalah Tuhan penguasa tunggal atas langit dan bumi serta segala isinya. Dia adalah pemegang kendali dan otoritas tertinggi dalam hal apapun. Tidak ada yang sukar dan tidak ada yang mustahil bagi-Nya. Segala lutut akan bertelut di hadapan-Nya dan segala lidah akan mengaku bahwa Dia adalah Yesus Tuhan yang berkuasa.
APA YANG HARUS KITA LAKUKAN
Oleh sebab itu, jika kita percaya kepada Yesus, kita tidak perlu takut menghadapi kenyataan hidup, tapi berserahlah ke dalam tangan yang kuat, yaitu tangan Allah, sebab Dia sanggup menopang dan memberikan kemenangan kepada Anda.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo4

