RABU – BATU YANG DIBUANG, JADI BATU PENJURU

24 April 2024

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Matius 16:15-20, I Petrus 2:5

Penafsiran yang populer mengenai istilah batu karang: Yesus tidak sedang merujuk pada personal Petrus (Petros, Pebble), melainkan kepada pengakuan iman Petrus yang tercantum dalam ayat 16: “Engkau adalah Mesias, anak Allah yang hidup.” Yesus tidak pernah mengajarkan Petrus dan murid-murid yang lain secara gamblang mengenai kesempurnaan identitas-Nya. Yesus mengakui bahwa Allah telah berdaulat membuka mata Petrus dan mengungkapkan kepadanya siapa Yesus sebenarnya.

Pengakuannya tentang Yesus sebagai Anak Allah tercurah darinya; sebuah pernyataan yang tulus, yang berasal dari iman pribadi Petrus di dalam Kristus. Setelah pengakuan Petrus, barulah Yesus menyatakan bahwa Allah telah mengungkapkan kebenaran kepada Petrus. Kata untuk “Petrus”, yaitu Petros, berarti “batu kecil” (Yoh 1:42). Yesus kemudian menggunakan kata yang berhubungan, petra, yang berarti “sebuah batu besar untuk fondasi.”

Kata yang sama digunakan dalam Matius 7:24, 25 ketika Yesus menggambarkan batu karang yang digunakan orang yang bijaksana untuk membangun rumahnya. Petrus sendiri menggunakan gambaran yang sama di dalam suratnya yang pertama: gereja dibangun dari sejumlah petros kecil, _”batu hidup” (1 Petrus 2:5), yang merupakan pengakuan Petrus bahwa Yesus adalah Kristus, Anak Allah yang hidup. Pengakuan iman ini merupakan fondasi dari Gereja.

Selain itu, Perjanjian Baru sangat jelas menyatakan bahwa Kristus adalah dasar dari Gereja (Kis 4:11, 12; 1 Kor 3:11).
Oleh karena itu, pernyataan Yesus dalam Matius 16:18 sebaiknya ditafsirkan secara sederhana, “Petrus, engkau disebut sebagai sebuah _‘batu kecil’, tapi dari mulutmu telah muncul kebenaran seperti batu besar atau batu karang yang akan menjadi dasar dari gereja.” Kita juga adalah batu kecil yang ditaruh dan dibangun serta disusun diatas batu karang yaitu Kristus. Dasar yang kokoh dan kuat yang tidak pernah tergeser atau hancur oleh keadaan dan peristiwa. Dan Yesus akan membangun gerejaNya lewat batu-batu kecil itu. “Apakah kita siap?”

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo