KAMIS – BATU YANG DIBUANG, JADI BATU PENJURU

25 April 2024

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Mazmur 118:10-22, 1 Petrus 2:7

“Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru” (Mazmur 118:22)

Sesuatu yang dianggap sampah oleh sebagian orang, bisa merupakan harta karun bagi orang lain. Yang dibuang oleh seseorang, bisa merupakan hal yang diidam-idamkan orang lain. Yang jelek di mata seseorang, justru bisa sangat indah di mata orang lain. Perkara sepele bagi seseorang, malahan sangat penting bagi orang lain. Dalam hidup ini, kita dapat menemukan hal-hal yang bersifat paradoksal. Bertentangan.

Sang Pemazmur juga mengalami “paradoks” ini. Ia ditolak serta disingkirkan oleh manusia, namun ia justru ditolong dan dipakai Allah menjadi alat-Nya untuk menceritakan perbuatan-perbuatan-Nya. Ia seperti sebuah batu yang dibuang para ahli bangunan, namun Tuhan mengambilnya dan menjadikannya batu penjuru, yakni batu utama yang ditempatkan oleh tukang di sudut sebuah bangunan yang hendak didirikan. Ia menjadi fondasi, serta menjadi patokan penempatan material lainnya dalam konstruksi bangunan tersebut.

Dengan mengutip ayat inilah Yesus menggambarkan diri-Nya yang ditolak oleh orang-orang Israel (Mat. 21:42). Rasul Petrus juga menegaskan kebenaran ini. Namun sekalipun Dia ditolak, Yesus Kristus sesungguhnya adalah jalan keselamatan satu-satunya (Kis. 4:11-12; 1Ptr. 2:7).

Yesus adalah batu penjuru, yang menjadi patokan dan pondasi bagi pembangunan rumah atau bangunan rohani yaitu kita. ketika kita dibangun berdasarkan pondasi atau patokan atau dasar yang benar yaitu Kristus maka seluruh kehidupan kita menjadi benar dan berkualitas. Kita senantiasa memiliki hikmat dan pengertian tentang Tuhan yang benar, dan seluruh keinginan atau tujuan hidup kita pun akan sesuai dengan kehendakNya..

Bahkan ketika ada badai tantangan dan masalah _(diantaranya diserang, difitnah, dikejar, dikhianati, disalah mengerti, dirundung, ditekan bahkan diancam oleh karena iman percaya) mencoba menerpa kehidupan kita, maka pondasi dan batu penjuru yang kuat akan membuat bangunan Rohani tidak akan pernah hancur dan goyah sedikit pun. Tuhan adalah pertolongan dan perlindungan yang kokoh. Tuhanlah kekuatan dan keselamatan.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo