KAMIS – TIDAK OPORTUNIS

23 Mei 2024

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan: Mikha 3:11

Mikha 3:11 Para kepalanya memutuskan hukum karena suap, dan para imamnya memberi pengajaran karena bayaran, para nabinya menenung karena uang,padahal mereka bersandar kepada TUHAN dengan berkata: “Bukankah TUHAN ada di tengah-tengah kita! Tidak akan datang malapetaka menimpa kita”

Oportunis dengan asal kata “opportunity” arinya  peluang, ditambah dengan kata “is” berarti  merujuk orangnya jadi artinya orang yang memanfaatkan kesempatan atau peluang.  Menjadi negatif apabila sikap ini menjadi kebiasaan dalam segala hal selalu  mengambil  kesempatan atau memanfaatkan peluang tidak jarang mengesampingkan etika atau norma yang ada.

Dalam satu komunitas, pastilah ada tata karma, kearifan yang dikenal dengan norma atau etika, yaitu suatu kebiasaan umum yang berlaku dalam kehidupan masyarakat, misalanya tidak berkata kasar, hidup sopan, hormat kepada orang yang lebih tua, jangan mudah cemburu, jangan sombong, termasuk jangan egois atau mementingkan diri sendiri.  Jika hal ini tidak ada atau dilanggar, akan terjadi kekacauan atau ketidak tertiban. Walaupun sudah tahu akibatnya dan sudah banyak contohnya masih ada saja yag tidak mau hidup dengan etika yang ada.  

Padahal dia tahu  saat etika atau aturan dilanggar, perasaan bersalah dan tidak nyaman pasti  muncul dan mulai membuat hati tidak damai.  Hal ini sulit dipahami oleh kaum oportunis yang cendrung menentukan nilai atau aturan sendiri tanpa terikat dengan etika yang umum berlaku, karena didorong oleh sifat egosi yang selalu memikirkan keuntungan untuk diri sendiri. tanpa mempertimbangkan apakah ini adil atau benar.  Mereka cenderung memilih sahabat yang menguntungkan dan melupakan teman lama yang tidak menguntungkan baginya.

Dalam ayat yang kita baca orang yang tidak mengenal Tuhan akan mempergunakan status yang dimilikinya sebagai kesempatan meraih untung untuk dirinya sendiri dengan cara menerima suap, menipu dengan kata-kata palsu.  Kita yang percaya kepada Tuhan, tidak boleh  memanfaatkan posisi, jabatan atau status  untuk  kepentingan diri kita sendiri, tetapi kita ada untuk memperhatikan kebutuhan, membawa keuntungan bagi orang lain, yaitu pengenalan akan KASIH, pengenalan akan Kristus yang kita hidupi,  orang disekitar kita dapat melihat dan mengalami KASIH.  Pelayanan yang kita lakukan bukan untuk mencari keuntungan bagi kita, tetapi untuk mendatangkan keuntungan bagi kerajaan Allah, orang lain mendapatkan keuntungan karena mereka bisa hidup dan mengalami kerajaanNya.

Coba renungkan apa status kita hari ini, posisi di kantor atau masyarakat.  Sadarilah Tuhan tempatkan kita disana agar kita bisa menyatakan kerajaanNya bukan untuk mencari keuntungan bagi diri sendiri yang membuat kita terjerat akan suap, penipuan dan kata-kata palsu.  Mari kita pergunakan kesempatan yang ada untuk menjawab kebutuhan, kelaparan, kehausan mereka akan KASIH TUHAN.  Ini kesempatan bagi kita untuk berbagi KASIH dan menjadi saksi Kristus.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo