RABU – MENCARI KEUNTUNGAN ORANG LAIN

22 Mei 2024

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : 1 Kor 10:24; Yakobus 3:16

1 Korintus 10:24:” Jangan seorangpun yang mencari keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain”.

Jemaat digambarkan sebagai tubuh Kristus yang terdiri dari beragam bagian, ada sebagai kepala, mulut, mata, kaki, tangan dan lain-lain. Berbagai macam bagian tentunya beragam juga fungsi dan tempatnya. Semuanya menjadi satu kesatuan yang terikat dan saling menopang satu dengan yang lain. Menempati tempatnya dengan tepat dan menjalankan fungsinya saling menopang satu dengan yang lainnya.

Semua bagian bekerja untuk keseluruhan tubuh, tidak ada yang bekerja untuk hanya mencari keuntungan diri sendiri, tetapi mewakili seluruh tubuh dan untuk kebutuhan seluruh tubuh. Misalnya kaki melangkah bukan hanya kakinya yang pindah tetapi seluruh tubuh ikut berpindah, tangan tersakiti seluruh tubuh tersakiti, makan melalui mulut seluruh tubuh menikmatinya “seluruh mendapat keuntungan”. Yang pasti tidak ada bagian tubuh yang hanya mementingkan atau mencari keuntungan untuknya, semua bekerja harmonis saling membutuhkan satu dengan yang lainnya.

Demikian juga kita sebagai jemaat, dengan seluruh perbedaan atau keragaman masing-masing, kita ada dalam satu kesatuan, saling melengkapi atau saling membutuhkan satu dengan yang lainnya. Keberadaan kita haruslah selalu memperhatikan atau memperdulikan yang lainnya agar terjadi ketertiban dan pertumbuhan dalam jemaat.

Jemaat dapat bertahan dan tetap bersatu jika masing-masing anggotanya saling memperhatikan, mendahulukan dan mencari keuntungan orang lain, bukan keuntungan diri sendiri. Hal ini tidaklah mudah, tetapi harus diupayakan atau diusahakan, terutama ditengah persaingan dan kebutuhan hidup yang semakin sulit di akhir zaman ini , kalau bukan karena KASIH, manusia akan semakin mementingkan diri sendiri (egois) yang berakibat seperti yang disampaikan Yakobus 3:16:” Sebab dimana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri, disitu ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat”.

Bagaimana untuk kita terhindar dari kebiasaan mencari keuntungan diri sendiri atau mencari kepentingan diri sendiri, beralih kepada mencari keuntungan orang lain, maka kita harus memiliki cara hidup yang digerakkan oleh KASIH “mencari keuntungan bagi orang lain”, karakter yang mendahulukan kepentingan orang lain, melihat kebutuhan orang lain dan memenuhinya. Satu wujud atau ekspresi sebagai murid Kristus yang akan membuat orang lain melihat KASIH KRISTUS yang ada didalam diri kita.

Demikianlah juga dalam keluarga, ketika tiap-tiap anggota mencari keuntungan untuk orang lain, niscaya keluarga akan harmonis satu dengan yang lain, terhindar dari kekacauan dan segala macam perbuatan jahat. Kehadiran Kristus akan semakin nyata dalam keluarga akan menjadi kesaksian dan memberkati banyak orang.

Percayalah ketika kita mempraktekan KASIH yang tidak mencari keuntungan diri sendiri, kita tidak akan menjadi miskin, tetapi TUHAN akan memenuhi kebutuhan kita dengan berkatNya yang melimpah. Kita terhindar kekacauan dan segala macam perbuatan jahat”.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo