26 Mei 2024
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Mat 20:28; Lukas 4:16-19
Mat 20:28. “sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayanidan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusanbagi banyak orang.”
Berbicara tentang melayani, ada kecenderungan berpikir bahwa itu adalah tugas dari orang-orang tertentu, kita sudah terbiasa dengan istilah kaum rohaniawan dengan kaum awam. Kaum rohaniawan kita anggap adalah mereka yang secara khusus belajar dan mengkhususkan diri untuk menjalankan tugas-tugas yang bersifat rohani, misalnya di gereja sebagai pelayan musik, pemimpin pujian, pemberita firman, pekerja misi atau mereka yang mendapat status dan bertugas secara formal di acara kerohanian. Mereka yang bekerja sebagai pegawai kantor atau di pabrik, di bidang transportasi, berdagang di pasar, petani, ibu rumah tangga, pengusaha dll, terkadang dipersepsikan sebagai kaum awam, karena pekerjaan mereka sepertinya tidak rohani tetapi sekuler alias duniawi,

Kita sebagai orang percaya harus mengalami perubahan paradigma, bahwa semua orang yang sudah percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan juru selamatnya, mereka adalah orang rohani, apapun status atau pekerjaannya, bagi Tuhan semuanya itu rohani, tergantung bagaimana kita mengerjakannya, tentunya kalau hal itu sudah jelas bertentangan dengan firman Tuhan, jangan lagi kita lakukan (misalnya dagang narkoba, protisitsi, pemalsuan dll). Dimanapun Tuhan tempatkan kita, apa yang kita kerjakan adalah hal yang rohani, disanalah Tuhan ingin hidup kita bisa menjadi garam dan terang, kita melayani Tuhan dan orang-orang disana.
Kita melayani Tuhan dikantor, kita melayani Tuhan dan orang-orang yang ada di pabrik dimana kita bekerja. Di sanalah kita melakukan pelayanan orang percaya seperti yang disampaikan dalam kitab Lukas 4:16-19. Dimanapun Tuhan tempatkan kita, apapun profesi kita “Tuhan melihat itu sesuatu yang rohani” itulah tempat kita melayani, ada Roh Tuhan menyertai kita. Pernahkah saudara berpikir bahwa sangat sulit untuk mengundang “pendeta” datang kekantor/pabrik tempat saudara bekerja untuk melayani, kalaupun ada pastilah pada saat acara khusus (1 atau 2 kali satu tahun), tetapi dengan menyadari pesan Yesus “ kitalah pendetanya setiap hari disana”, mengerjakan pelayanan orang percaya disana..

Yesus sendiri berkata bahwa, Dia datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani. Yesus memberikan teladan bagi kita, seharusnya Dialah yang layak untuk menerima pelayanan yang terbaik, penghormatan sebagai Raja, Dialah yang harus dilayani, tetapi Dia sendiri memilih untuk datang bukan untuk dilayani tetapi untuk melayani. Inilah teladan yang diberikan oleh Yesus kepada kita sebagai muridNya, yang dipanggil untuk menunailkan Amanat Agung. Amanat ini akan bisa kita kerjakan dan tuntaskan ketika kita menjalankan kehidupan atau pelayanan dengan sikap “saya datang untuk melayani dan bukan untuk dilayani”.
Coba renungkan jika sikap “aku datang untuk melayani bukan untuk dilayani” kita terapkan di rumah tangga kita masing-masing, kita terapkan juga dalam kehidupan berjemaat, pastilah KASIH Tuhan akan nyata ditenga-tengah kita. Keluarga akan mengalami berkat, jemaat akan semakin bertumbuh, dewasa dan akan mengalami pertambahan. Teruslah mempraktekkan prinsip yang diajarkan Tuhan Yesus “DATANG BUKAN UNTUK DILAYANI TETAPI UNTUK MELAYANI”. Mari kita sama-sama praktekkan teladan ini. Haleluya.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo

