SENIN – MENYALAKAN KASIH, MENYALAKAN HIDUP

15 Juli 2024

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Lukas 12:49-50

Di dalam Kitab Lukas 12, dijelaskan satu gambaran kehidupan orang-orang yang hidup segan mati tak mau. Artinya ingin hidup maksimal tetapi melupakan kunci suksesnya. Di dalam konteks pasal ini Tuhan Yesus sedang berbicara pada orang-orang yang memberi ruang pada Hukum yang dibuat manusia, sementara mereka tahu tentang Hukum Kasih, namun seolah-olah tak berdaya karena tuntutan dunia yang begitu kuat. Khususnya di dalam hubungan dengan orang-orang terdekat.

Perhatikanlah ayat berikut ,
Mereka akan saling bertentangan, ayah melawan anaknya laki-laki dan anak laki-laki melawan ayahnya, ibu melawan anaknya perempuan, dan anak perempuan melawan ibunya, ibu mertua melawan menantunya perempuan dan menantu perempuan melawan ibu mertuanya.” (Lukas 12:53)

Jangan salah paham! Ayat di atas adalah peringatan keras oleh Tuhan Yesus Kristus kepada orang-orang yang tidak 100% mau mengasihi Allah karena mereka secara manusiawi masih teringat pada hubungan emosi yang kuat yang memiliki kencenderungan mengasihi saudara lebih dari mengasihi Tuhan. Ditegaskan dengan ayat terkait berikut,

Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku. (Mat 10:37)

Bahkan dalam Lukas 12:51 –
Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan.

Kalimat di atas bermaksud agar manusia tahu dan sadar bahwa pertentangan antara saudara adalah sebagai peringatan agar Kasih Allah (Kasih Agaphe) dihidupkan dan dikobarkan di dalam hubungan diantara saudara. Dasar hubungan itu bukan hanya karena sebagai saudara (kasih storge) dan persahabatan (Philia), tetapi jauh lebih daripada itu, Kasih Allah haruslah menjadi penggerak jalinan kasih, dimana motivasi relasi adalah karena mengasihi Allah lebih dari segalanya, agar menjadi layak di hadapan Allah.

Marilah kita pahami dan renungkan secara mendalam, kasih setengah hati adalah tidak bermakna kasih Allah sama sekali. Kasih Allah adalah tidak terkondisikan dengan situasi setempat. Selamat belajar mengasihi orang terdekat hanya dengan kasih Allah yang menyala dan berkobar.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo