24 Juli 2024
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Kolose 3:12-14
Kolose: 3:12 Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran 3:13 Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian. 3:14 Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.
Dalam ayat 13 kata sabar dalam bahasa Yunani “anechomai” yang artinya sabar terhadap; menyambut dengan rela hati, menahan, menanggung, menerima satu dengan yang lain. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti kata sabar adalah tahan menghadapi cobaan, tabah, tidak mudah marah, tidak mudah putus asa, tenang, dan tidak tergesa-gesa. “Sabar” adalah sebuah karakter yang menunjukkan keunggulan, kedewasaan pengendalian diri terhadap situasi, menjaga agar semuanya kondusif, harmonis dan penuh pengharapan terhadap sesuatu “semuanya indah pada waktunya”. Tindakan sabar berarti memahami proses, sanggup melihat dari sisi yang lain bukannya melihat hanya dari sisi kita saja. “Sabar” bukalah mengedepankan perasaan sendiri tetapi persaaan orang lain juga, juga situasi pada saat itu. Yang pasti orang dewasalah yang bisa untuk sabar, anak-anak sulit diajak bersabar.

Sabar menantikan sesuatu yang baik saja belum tentu kita bisa, apalagi kalau itu tidak sesuai dengan waktu yang kita inginkan. Apalagi sabar terhadap sesuatu yang kita tidak inginkan membuat jantung “dag dig dug atau was-was” penuh tanda tanya. Kita harus belajar untuk sabar terhadap segala sesuatu terlebih kepada sikap atau respon dari saudara seiman. Kita mungkin melihat berbagai kekurangan dalam diri orang lain, kita tidak puas dengan proses yang terjadi, kita tidak bisa menerima kejadian yang ada, pingin marah, ingin mengambil alih, ingin balas dendam dll, “sabar akan tercermin dari respon kita”. Memang perintah ini bertolak belakang dengan kedagingan, tetapi sebagai seorang murid, kita harus buat keputusan bahwa sabar itu bukan tentang situasi atau kondisi apapun. Sabar adalah sebuah karakter, sebuah keputusan sebuah respon positif. Sabar adalah ciri kekristenan yang terus bertumbuh dalam kedewasan.

Melalui ayat ini juga kita diingatkan bahwa sabar dalam pengampunan, kita tidak boleh berhenti untuk mengampuni, karena kita ada hari ini karena pengampunan dari Tuhan, kita terlebih dahulu mendapatkan pengampunan dan pengampunan terus menerus kita alami ketika kita datang kepada Tuhan, sesuatu yang lebih baik kita alami, perkenanan Tuhan kita peroleh karena pengampunanNya. Sebagai murid Kristus, kitapun harus sabar mengampuni, percayalah pengampunan akan membawa pemulihan. Pengampunan oleh karena kasih Kristus tinggal dalam kita. Ketahuilah kalau Tuhan sabar memberikan pengampunan bagi kita, kitapun harus sabar satu dengan yang lain, berilah pengampunan, terimalah satu dengan yang lain, sambutlah yang lain dengan lapang dada dan punuh kerelaan.
Coba ingat kapan terakhir kita tidak bisa sabar, apa yang membuatnya terjadi? Apakah benar bahwa ketidaksabaran membawa hal yang buruk? Untuk itu teruslah kenakan dan praktekkanlah “karakter sabar” dimana dan kapan saja. Perilaku sabar adalah keputusan dari seorang murid Kristus, orang sabar akan terlihat dari responnya. Tuhan memberkati.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo

