25 Juli 2024
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Kolose 3:12-14
Kolose: 3:12 Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran 3:13 Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian. 3:14 Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.
Dalam ayat 14, kata “di atas semuanya itu” merupakan sebuah penegasan, sangat perlu kita perhatikan, sesuatu yang penting. Artinya setelah kata tersebut ada hal yang harus kita ketahui dengan seksama yaitu kata “kenakanlah kasih: AGAPE” (kenakanlah kasih Tuhan itu). Hal ini sangat penting, sangat menentukan, karena agape-lah sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan hidup kita sebagai orang-orang pilihan yang dikuduskan dan dikasihi Tuhan. Agape-lah yang membuat semuanya itu bisa terjadi dalam kehidupan keluarga dan dalam jemaat. Tanpa agape, kita akan terpencar dan tidak sempurna.

Pengikat yang mempersatukan artinya ibarat sebuah pita yang mengikat bersama, yang menyatukan dengan ikatan atau seumpama anggota tubuh terhubung satu dengan yang lain menjadi satu tubuh, terikat menjadi satu dalam suatu ikatan. Demikianlah kasih “agape” mengikat mempersatukan kita semua dalam jemaat menjadi satu Tubuh Kristus. Tidak terpisah satu dengan yang lain, semuanya tersusun rapih ibarat satu tubuh, walaupun terdiri dari banyak anggota tetapi terikat dan terhubung satu dengan yang lain menjadi satu tubuh. Setiap kita adalah anggota atau bagian dari Tubuh Kristus, menjadi satu diikat oleh AGAPE.
Selanjutnya kata menyempurnakan, menyangkut kesempurnaan moral dan spiritual (kerohanian), terjadi kegenapan, kedewasaan dan semua dalam keserasian yang sempurna. “AGAPE” inilah yang membawa jemaat menjadi dewasa dan sempurna di hadapan Kristus. Jamaat bertumbuh dewasa, kudus dan cemerlang sebagai mempelai Kristus di akhir zaman hanya oleh AGAPE.

Kesatuan dan kesempurnaan jemaat menjadi kerinduan Yesus dan kita semua. Hal ini tidak bisa terwujud oleh usaha atau peraturan yang dibuat oleh manusia. Kita boleh berupaya dengan pengalaman, pendidikan atau status yang kita miliki. Kita bisa saja membuat banyak aturan atau liturgis yang kita harapkan membawa ketertiban. Bukan berarti semua itu tidak penting, semua itu diperlukan dan sebagai bukti bahwa kita berupaya, semua kita lakukan untuk tujuan dengan niat yang baik. Tetapi renungan ini mengigatkan kita untuk mengenakan AGAPE yang mengikat mempersatukan dan menyempurnakan, semuanya menjadi baik oleh kasih.
Sering kita mengeluh tidak mencapai tujuan, atau tidak memperoleh hasil yang kita harapkan, padahal sudah berupaya dengan berbagai cara, terlebih mengharapkan adanya kesatuan dan kesempurnaan dalam kehidupan keluarga dan berjemaat. Hari ini kita menemukan kuncinya yaitu dibalik semua upaya yang kita lakukan, “kita sebagai umat pilihan, yang dikuduskan dan dikasihiNya, harus mengenakan kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan”. Haleluya.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo

