JUMAT – NOT A PLAY BUT REALITY (BUKAN SANDIWARA TAPI REALITA)

09 Agustus 2024

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Roma 12:9

Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik.(Roma 12:9)

Kasih Allah adalah realita hatiNya yang sangat jelas dan berdampak bagi semua manusia di bumi. Inilah model Pribadi Yang Penuh Kasih. Kobaran api kasih Bapa ditunjukkan dengan keralaanNya mengorbankan PutraNya yang tunggal sebagai korban penebus dosa. Satu-satunya penggerak Kasih Bapa adalah keberdosaan manusia yang harus dihentikan semua bentuk potensi kejahatan di muka bumi.

Dalam peran sebagai manusia, Abraham juga tidak segan-segan memberikan anak tunggalnya yang sangat disayanginya sebagai korban yang akan dibakar di hadapan Allah. Secara manusia sungguh ini satu rencana kejahatan yang disebut pembunuhan manusia. Tetapi tidak seperti itu yang dimaksud. Karena kesadaran Abraham sebagai Bapa Bagi Bangsa, yang ditugaskan oleh Allah untuk menjangkau banyak bangsa di muka bumi. Kasih kita akan teruji apakah, kasih yang nyata atau pura-pura, ketika ada tantangan dari Tuhan Yesus untuk berkorban melalui momen pemberian sesuatu atau beberapa yang sangat bernilai dan berharga bagi kita.

Rasul Paulus mengakatan : Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik.(Roma 12:9). Kenapa dikatakan demikian? Karena manusia memiliki kecenderungan hati untuk berusaha terlihat sebagai seorang yang selalu berbuat baik dan menjauhi kejahatan. Tidak jarang sikap dan perbuatan ini bersifat temporary atau sesaat, Kasih Allah itu adalah Pribadi Allah. Hanya saja saluran kasih yakni orang Kristen yang haruslah menyadari dan terus percayai akan pribadinya yang sudah dikasihi Allah. Jika cara pandang dan iman seperti ini terus dimiliki, maka kasih Allah di dalam diri orang Kristen akan menjadikannya seorang yang tidak pura-pura untuk mengasihi orang lain. Nilai-nilai mendasar dan menjadi kekuatan untuk menjauhi kejahatan dan lakukan yang baik. Inilah wujud kasih yang tidak pura-pura. Siapkah Anda untuk menjadi jujur terhadap diri sendiri? Jadilah pelaku Kasih Allah yang nyata , tidak asal atau berpura-pura karena kesungguhan mengasihi dari diri kita kepada semua orang dengan berbagai keberadaan dirinya.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo