10 Agustus 2024
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Wahyu 2:2-5
Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. (Wah 2:4)
Bacalah dengan seksama tentang jemaat di Efesus. Apa yang tersurat adalah satu penjelasan tentang apakah arti kehidupan dan pelayanan yang sesungguhnya? Kerajinan yang luar biasa hebat telah ditunjukkan jemaat di Efesus dalam hal keaktifan melayani banyak orang. Sepertinya jemaat ini sibuk menyelesaikan banyak tipe atau jenis permasalahan sampai mereka tidak kenal lelah. Selain itu mereka tetap sabar dan menderita oleh karena nama Tuhan.
Tetapi kenapa tercetus kalimat ini :

Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.(Wah 2:5)
Ada seruan bertobat. Jika tidak bertobat, maka Tuhan akan mengambil kaki dian dari jemaat. Alasannya bukan karena mereka mengurangi waktu dan semangat melayani, atau juga bukan karena mereka tidak tuntas mendoakan atau melayani orang lain. Prestasi pencapaian pelayanan mereka sepertinya bagus. Sampai-sampai terkesan pencapaian demi pencapaian telah menjadi ‘kriteria rohani’ yang ‘dirohanikan’. Alasannya adalah karena mereka telah meninggalkan kasih yang semula yakni Kasih Allah (Agaphe). Inilah akar permasalahan.
Jadi kasih yang membara itu adalah kasih Allah yang seyogyanya tidak akan pernah padam nyala apinya, karena itu adalah pengaruh kepribadian Allah yakni Allah adalah kasih. Yang menjadi salah dalah sikap dan respon hati jemaat terhadap arti dan tujuan melayani. Penyelewengan arti dan tujuan melayani telah membuka celah yang membesar seperti lobang dan melalui lobang hati itu kasih Allah diabaikan dan masukklah pengaruh ambisi pribadi yang berkekuatan nafsu diri. Hati-hatilah terhadap situasi dan kondisi ini. Jadi tetapkah jaga hati agar kasih Allah terus berkobar dan menjadi penggerak satu-satunya tindakan melayani.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo

