SENIN – MERDEKA

19 Agustus 2024

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Yohanes 8:30-36

Kebenaran yang memerdekakan
8:30
 Setelah Yesus mengatakan semuanya itu, banyak orang percaya kepada-Nya. 8:31 Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku 8:32 dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” 8:33 Jawab mereka: “Kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapapun. Bagaimana Engkau dapat berkata: Kamu akan merdeka?” 8:34 Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa. 8:35 Dan hamba tidak tetap tinggal dalam rumah, tetapi anak tetap tinggal dalam rumah. 8:36 Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka.”

Kita baru saja memperingati hari kemerdekaan bangsa kita yang ke 79, Indonesia merdeka 17 Agustus 1945, hari yang paling bersejarah bagi bangsa kita, harus diingat, dirayakan dengan antusias penuh  kreatifitas di seluruh pelosok Nusantara.  Jika saja kita sudah lahir pada saat itu, pastilah kita akan larut dalam euphoria sorak sorai, teriakan “merdeka” bergema dimana-mana, itu yang kita pelajari dalam sejarah Indonesia.  Mereka sebagai pelaku sejarah, ikut berjuang dan mengalami peristiwa merebut kemerdekaan bisa menceritakan dengan lengkap dan penuh semangat, kita pasti kagum dengan semangat juangnya serta heran atas peristiwanya.  “Mereka yang mengalami secara langsung, ikut dalam peritiwa itu akan berbeda sikapnya dengan orang yang hanya tahu sejarah kemerdekaan”

Kemerdekaan di Masa Pandemi dengan Berkarya, Wujud Euphoria ala Milenial



Hal ini bisa menjadi gambaran kemerdekaan yang kita alami dari kuasa dosa, kita dilepaskan, dibebaskan dari hukuman dosa.  Coba ingat kapan kita mengalami pembebasan ini,  kita dibebaskan oleh kebenaran “kasih Kristus”.  Kelepasan merupakan satu peristiwa dimana kita menerima Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat, kita mengalami kelahiran kembali, kita menjadi manusia baru, manusia merdeka.  Kalau kita mengingat ini pastilah hati kita bersorak sorai, bersukacita dan bisa juga dirayakan sebagai ucapan syukur kepada Tuhan.  Dahulu kita adalah hidup dalam dosa, menjadi hamba dosa sekarang kita merdeka.  Hidup kita sekarang bukannya kita lagi tetapi hidup oleh iman percaya kepada Yesus.

Dalam renungan hari ini, murid-murid diajak tetap tinggal dalam firman Tuhan dan mentaatinya, serta mengingatkan bahwa orang-orang yang  masih  budak dosa  adalah  milik Iblis,  setiap orang percaya mengerti dan menyadari bahwa hanya satu kebenaran yang dapat memerdekakan orang dari dosa (kekuasaan Iblis) yaitu kebenaran dalam Firman Allah.

Cobalah ingat kembali, kapan kita mengalami kemerdekaan (menerima Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat), apa yang kita alami pada saat itu.  Apakah hati kita masih bersemangat mengingat peristiwanya dan dipenuhi ucapan syukur?  Ceritakanlah kepada saudaramu kapan mengalami kemerdekaan oleh kasih Kristus.


Percayalah ketika kita mengalami kasih Kristus, kita mengalami kemerdekaan, kita diselamatkan dari hukuman dosa oleh  kematian dan kebangkitan-Nya.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo