21 Agustus 2024
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Ezra 1:1-11; Hagai 1:4.
Setelah genap waktunya 70 tahun seperti yang dinubuatkan oleh nabi Yeremia, bangsa Yahudi bisa kembali dari pembuangan di Babel ke Yerusalem. Mereka kembali dalam tiga tahap, tahap pertama dipimpin oleh Zerubabel (keturunan Daud), tahap kedua dipimpin oleh Ezra berarti Tuhan menolong, dan tahap ke tiga dipimpin oleh nabi Nehemia. Dijelaskan bahwa mereka kembali bukan karena kekuatan mereka untuk melepaskan diri dari penguasa Babel saat itu, tetapi karena kemurahan Tuhan atas Raja Persia yang berkuasa atas Babel saat itu yaitu Kores. Tuhanlah yang menggerakkan hati Kores saat itu untuk membebaskan mereka kembali ke Yerusalem, membangun tempat ibadah dan beribadah kepada Tuhan. Sekali lagi kita diingatkan bagaimana kelepasan yang dialami oleh Israel bukan karena kekuatan mereka tapi karena anugrah Tuhan.
Selanjutnya disampaikan bahwa kepulangan mereka ada tujuannya yaitu membangurn rumah Tuhan dan beribadah kepada Tuhan. Sungguh ajaib mereka keluar dari Babel bukan dengan tangan kosong tetapi dibekali dengan emas, perak, harta benda dan ternak serta pemberian yang berharga (Ezra 1:6). seperti halnya apa yang mereka alami ketika mereka keluar dari Mesir.
Pada awalnya mereka dengan semangat membangun mezbah dan rumah Tuhan, tetapi apa yang terjadi kemudian, mereka malah disibukkan dengan kepentingan pribadi daripada kepentingan Tuhan, sehingga pembangunan rumah Tuhan menjadi terkendala (Hagai 1:4)
Apa yang dialami oleh bangsa Israel, di saat awal mereka semangat mengikuti perintah Tuhan tetapi dalam perjalanan semangat mereka mulai kendor dan menyimpang. Hal ini bisa saja terjadi dalam kehidupan kita, ketika kita lahir baru, begitu bersemangat untuk mengikut Tuhan, ada roh yang berkobar-kobar melayani Tuhan, tetapi dalam perjalanan oleh tantangan, kepentingan pribadi dan kenyamanan, semangat kita mulai kendor, menurun dan sibuk dengan diri kita sendiri.
Ini saatnya kita kembali mengingat pertolongan Tuhan yang sudah membebaskan kita dan tujuan pembebasan yang kita alami. Apakah hati kita masih penuh semangat melayani Tuhan hari ini, adakah kasih kita kepada Tuhan lebih dalam hari ini dari yang kemarin? Teruslah mengingat perbuatanNya yang ajaib yang membebaskan kita, berpegang pada firmanNya dan setia sampai akhirnya. Inggatlah bahwa Tuhan membebaskan kita untuk tujuan-Nya mendirikan rumah bagiNya, kitalah bait-Nya. Mari terus ambil bagian membangun gerejaNya di akhir zaman ini.
