13 Maret 2025
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Ayat Bacaan – (1 Raja Raja 3:7-12)
Maka berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang faham menimbang perkara untuk menghakimi umat-Mu dengan dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat,(1 Raja Raja 3:9)
Kisah Salomo sebagai Raja Israel yang menggantikan Daud, sangat terkenal sebagai kisah seorang Raja yang masih muda dan belum berpengalaman memimpin rakyat. Modalnya hanyalah kebergantungan kepada Allah, Sang pemilik Bangsa Israel. Yang menjadi sangat menarik dan sangat memukau banyak raja atau pemimpin di seluruh dunia di masa Salomo hidup, adalah permintaannya sebagai raja Israel yang bukan berorientasi pada kekuasaan, jabatan, harta benda atau materi, melainkan Salomo meminta apa yang disadarinya sebagai kunci penting untuk memimpin rakyat Israel pada waktu itu. Apakah yang dimintanya? Yakni meminta hati yang penuh hikmat dan pengertian untuk membuat keputusan (1 Raja Raja 3:12). Di dalam kelebihannya sebagai Raja, dia menyadari ketidakmampuannya untuk menghakimi umat Allah yang sangat besar jumlahnya.
Kisah Raja Salomo adalah pelajaran tentang kebergantungan mutlak kepada Allah melalui pembelajaran dalam membuat keputusan. Dasar yang sangat penting untuk membuat keputusan sebagai Anak Tuhan adalah hikmat dan pengertian dari Allah. Babak kehidupan Salomo sebagai Raja Israel adalah babak baru dalam kerajaan Israel dimana melalui Salomo bangkitnya hikmat Allah di tengah kehidupan bangsa Israel yang krisis akan hikmat dan pengertian tentang jalan-jalan Tuhan, sehingga banyak orang akhirnya mengikuti keinginan dirinya sendiri di dalam menjalani hidup mereka. Sebagai bukti yakni dosa merajalela dan membelenggu bangsa Israel pada waktu itu. Hidup di dalam pengertian dan hikmat duniawi adalah pintu jalan menuju kebinasaan. Selalu akan menemukan jalan buntu dan permasalahan, karena itu adalah kebodohan dan berasal dari setan.
Jika kamu menaruh perasaan iri hati dan kamu mementingkan diri sendiri, janganlah kamu memegahkan diri dan janganlah berdusta melawan kebenaran! Itu bukanlah hikmat yang datang dari atas, tetapi dari dunia, dari nafsu manusia, dari setan-setan.(Yak 3:14-15)
Tonggak hidup dengan pengertian dan hikmat Allah telah dimulai dan terus berlanjut dan dikukuhkan melalui kematian dan kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, dimana tersedianya kuasa untuk memahami tentang Allah dan rancanganNya serta hikmat untuk membangun kehidupan Ilahi di dalam setiap kehidupan anak Tuhan pada setiap babak peradaban manusia. Mari, mengertilah seperti Raja Salomo mengerti, tentang kebutuhan akan hikmat dan pengertian untuk anak-anak Tuhan, karena itu adalah kunci dasar untuk membuat keputusan yang berkenan kepada Allah (Kol 1:10). Kejarlah hikmat Allah dengan tekad yang bulat, maka hikmat manusia akan menyingkir dari dalam hidup Anda.
Link Pembacaan:
https://forms.gle/AV99uaT2wJaybTfa7
Trimakasih Tuhan Yesus Memberkati

