RABU – ORANG YANG BIJAKSANA, BERKENAN KEPADA ALLAH

12 Maret 2025
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Ayat Bacaan (Kolose 1:9-10)

sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal, (Kol 1:10)

Apakah arti kata ‘bijaksana’? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ‘bijaksana’ adalah selalu menggunakan akal budinya (pengalaman dan pengetahuannya); arif; tajam pikiran; atau pandai dan hati-hati (cermat, teliti, dan sebagainya) apabila menghadapi kesulitan dan sebagainya. Sedangkan kata ‘kebijaksanaan’ adalah kepandaian menggunakan akal budinya (pengalaman dan pengetahuannya) atau kecakapan bertindak apabila menghadapi kesulitan dan sebagainya (Sumber : KBBI).

Setiap orang, termasuk orang Kristen tentu akan menghadapi berbagai bentuk permasalahan, yang bisa saja datang silih berganti dan tak kenal waktu. Namun sebagai anak Tuhan, kita diajar untuk berespon berbeda dibandingkan orang-orang dunia tatkala permasalahan atau distraksi dalam hidup itu datang.

Inilah saatnya yang sangat baik untuk belajar seperti Yesus Kristus menjadi pribadi yang bijaksana dan hidup dalam kebijaksanaan. Mengapa? di balik berbagai permasalahan, rintangan, tantangan atau kesempatan, banyak sekali pilihan jalan keluar. Beberapa faktor pencetus yakni berupa situasi, orang lain atau teknologi terkini yang tidak mendukung atau tidak bersahabat dengan kita, akan menantang sikap dan tindakan kita, apakah kita dapat berespon bijaksana atau tidak, berespon benar dan berkenan kepada Allah atau tidak? Pada waktu Allah akan membangun Bait Suci untuk Bangsa Israel, Raja Daud berinisiatif untuk menawarkan diri sebagai pembangun Bait Suci tersebut kepada Allah. Daud yakin dapat melakukan tugas tersebut dengan melihat kemampuan, kesempatan dan dukungan rakyatnya. Tetapi, apa yang dikatakan Raja Daud, tidaklah menjadi berkenan di mata Tuhan. Secara kapasitas Raja Daud dapat mengerjakan tugas ini. Tetapi Tuhan memiliki sudut pandang tentang perkenanan atau kelayakan dalam hati Tuhan.

Untuk membangun bait suci itu, Allah berkenan hanya kepada Salomo, anak Daud yang kemudian menjadi Raja Israel. Perkenanan hati Tuhan ada pada Salomo. Perhatikanlah, semua keputusan yang baik belum tentu menjadi keputusan yang berkenan kepada Allah.

Oleh sebab itu, marilah kita mengejar pengertian dan hikmat Allah, karena terkandung rahasia Allah, dimana di dalamnya ada kehendak Allah yang sempurna (Kol 1:9).

Di tengah kesulitan ada pembelajaran yang sangat penting sebagai anak Tuhan, yakni berusahalah mencari kehendak Tuhan yang sempurna, karena itu adalah solusi terbaik. Mungkin Anda memiliki permasalahan ekonomi, kemandekan jenjang karir, studi yang terhenti karena ketidakmampuan membayar uang pendidikan atau situasi yang tidak mendukung, dan lain sebagainya. Semua distraksi atau gangguan pasti ada solusi yang terbaik dan berkenan kepada Allah.

Menjadi bijaksana adalah menjadi pribadi yang dapat membaca diri Anda sedang dalam situasi dan kondisi apa saat ini, dan bagaimana bersikap, membuat keputusan dan bertindak sesuai dengan arahan Tuhan. Tahanlah emosi Anda untuk terburu-buru bertindak, karena keputusan yang dibuat saat emosional adalah cenderung salah. Jadilah bijaksana dan hiduplah dalam kebijaksanaan.

Link Pembacaan:
https://forms.gle/AV99uaT2wJaybTfa7

Trimakasih Tuhan Yesus Memberkati