Kamis – KERENDAHAN HATI

By: Pdm. Rudy Langitan
Mazmur 51 : 1-21

Sebagai manusia Daud sadar bahwa dia bukanlah orang yang sempurna, bahkan ia menyadari bajwa seringkali ia melakukan pelanggaran di hadapan Tuhan.  Meski demikian ia selalu berjiwa besar untuk menerima teguran dan koreksi.  Ketika telah berbuat dosa, ia dengan jujur mengakuinya.  Dengan hati hancur ia datang kepada Tuhan, meminta pengampunan dari Tuhan dan segera bertobat.   

Ia berkata,  “Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh! Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!”  (Mazmur 51:12-13).  Akan tetapi tidak demikian dengan Saul, yang ketika ditegur karena kesalahannya ia langsung marah atau berkilah dan menyalahkan orang lain.  Bagaimana dengan kita?  Adakalanya Tuhan memakai orang lain/saudara untuk menegur dan mengoreksi kita. 

Memang tidak mudah untuk mau dikoreksi/ditegur, membutuhkan sikap rendah hati dan respon hati yang benar. Dan bukan itu saja kita juga harus mau rela di bentuk oleh Tuhan  (ayat 10) bahkan diremukkan oleh Tuhan.  Firman Tuhan katakan, “Bahwa Ia bukan saja bersemayam di tempat tinggi tetapi juga bersama orang yang remuk dan rendah hati, untuk dihidupkan atau dibangkitkan kembali”. (Yesaya 57:15). 

Tuhan sanggup menggunakan situasi/keadaan bahkan saudara kita untuk membentuk kita.