21 Januari 2021
By: Pdt. Freddy K. H. Siregar
Matius 6:17-18; KPR 1:8
Kedatangan Yesus juga membawa suasana baru, suasana yang sama sekali berbeda dengan yang lama, Yesus telah membawa suasana baru dengan cara yang baru, yang berbeda dengan yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi pada umumnya (Farisi, Saduki, dll).

Ketika orang Farisi membenci dosa dan orang berdosa, Yesus memilih untuk bersekutu dengan orang-orang berdosa, membenci dosanya, tetapi mengasihi orang berdosa tersebut; ketika orang Farisi berpuasa untuk status rohani dan kesalehan (Lukas 18:12), Yesus berpuasa untuk tujuan hanya untuk Tuhan, bukan untuk manusia (Mat 6:17-18, Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu); ketika orang Farisi menempatkan manusia untuk sabat, tetapi Yesus justru memberikan makna yang berbeda dengan menempatkan Sabat ada untuk manusia, Yesus tidak menentang atau menghilangkan puasa, tetapi justru mengajar agar kita lebih menghayati tujuan berpuasanya lebih dari aktivitas kegiatan puasanya.


