26 Januari 2021
By: Pdt. Santoso S. Hutabarat
Ayub 32:19
Sesungguhnya, batinku seperti anggur yang tidak mendapat jalan hawa, seperti kirbat baru yang akan meletup. (Ayub 32:19 (TB))
Alkitab menggunakan gambaran hati manusia sebagai kantong anggur. Kata ‘batin’ dalam bahasa Ibrani diartikan sebagai kata ‘perut’ atau ‘rahim’. Kedua bagian tubuh ini berfungsi sebagai bagian proses pertumbuhan tubuh manusia, yang pada satu waktu akan memberikan dampak pertumbuhan dan kelahiran seorang bayi. Demikian maksud kata hati adalah sebagai rumah kehadiran Tuhan yang berbentuk firmanNya dan kuasa mujizatnya.

Hati adalah pusat motivasi hidup seseorang (Amsal 4:23). Agar hati manusia dapat menjadi kantong anggur maka, hati manusia haruslah selalu dipenuhi dengan firmanNya yang akan membentuk motivasi kudus dari Tuhan. Sayangnya mengelola hati tidak semudah membuat kue donat, namun menjadi bagian kehidupan yang sangat vital. Hati yang keras adalah seseorang yang memiliki motivasi hidup untuk diri sendiri.

Alhasil ketika Tuhan ingin mengajarkan hal baru dan akan memberkati manusia, tidak terjadi apa-apa. Yang ada penolakan kepada Tuhan. Ibarat “Anggur yang tidak mendapat jalan hawa, ..kirbat baru yang akan meletup”. Hati yang keras adalah menolak perkataan dan berkatNya yang pada waktunya akan menimbulkan konflik hati dan berujung pada kegagalan (Roma 8:6).

