25 Januari 2021
By: Pdt. Santoso S. Hutabarat
Markus 2:22
Kata “Harmoni berarti keserasian atau keselarasan (KBBI). Kehidupan yang harmonis memiliki makna kehidupan yang diantara orang-orang di dalam satu komunitas yang saling menerima dan mendorong ke arah yang positif untuk mengalami pertumbuhan yang positif pula. Bapa surgawi selalu ingin menjalin hubungan yang harmonis dengan anak-anakNya setiap saat.

Ayat bacaan di atas menunjukkan bahwa antara Anggur dengan kantong anggur memiliki hubungan. Anggur adalah satu simbol yang mewakili tentang Darah Kristus atau Kristus itu sendiri (Mat26:27-29) yang menjadi Juru Selamat dan Pemberi Kehidupan Kekal untuk manusia. Anggur adalah satu kekuatan Injil yang sangat sanggup mengubahkan hati manusia dan kehidupan di berbagai aspek. Sedangkan kantong anggur adalah simbol manusia yang sangat ingin mendapatkan anggur setiap saat yang disebut penerima berkat Tuhan. Seorang Ayah sangat ingin selalu bersama anaknya dan memberikan apa yang anaknya selalu butuhkan. Tak tahan untuk tidak segera memenuhi kebutuhannya. Jika ayahnya terkendala dalam untuk memenuhi kebutuhan sang anak, maka sang Ayah tetap berusaha untuk memenuhi kebutuhannya. Mengapa demikian? Karena Ayah dan anak sudah saling mengenal siapa mereka dan apakah peranan mereka.

Anggur yang disediakan Bapa Surgawi akan selalu menjadi berkat buat anak-anakNya yakni hati manusia, sebagai kantong anggur. Kendalanya adalah kesiapan manusia untuk selalu dapat menerima apa yang ingin Bapa Surgawi berikan. Manusia harus selalu belajar dengan hati yang lembut , seperti kantong anggur harus selalu diperbaharui agar anak-anakNya selalu layak menerima berkat-berkatNya yang baru setiap hari. Harmoni adalah anggur baru yakni berkat Bapa diterima dan berada di dalam kantong anggur yang baru.
*Kantong anggur = kirbat

