Rabu – Hati Yang Lemah Lembut Adalah Kantong Anggur Yang Selalu Baru

27 Januari 2021

By: Pdt. Santoso S. Hutabarat
Matius 5:5

“Pada suatu waktu seorang murid wanita di satu sekolah Karakter yang saya pimpin, melarikan diri dari asrama sekolah karena konflik dengan siswa lain di sekolah tersebut. Sebagai pimpinan sekolah saya bertanggung jawab. Segera saya mengejar siswi tersebut dan akhirnya bertemu dan mengajak siswi tersebut kembali ke asrama.

Beberapa hari kemudian siswi tersebut melarikan diri kembali dari asrama dengan sebab yang sama. Saya kembali mengejarnya dengan segera, karena saya memiliki keyakinan bahwa tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan. Alhasil siswi tersebut kembali ke asrama sekolah. Saya pun menasehatinya untuk menyelesaikan konfliknya. Syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, dengan hati yang lemah lembut dan mau belajar, akhirnya masalahnya dapat diselesaikan. Hari ini berita luar biasa, bahwa siswi tersebut telah bekerja di Hongkong dan prestasi yang baik. Jikalau siswi tersebut tidak mau belajar lembut hati, mungkin ceritanya akan tidak akan seperti ini…

Seringkali orang berasumsi bahwa begitu jauhnya jarak antara masalah dengan solusinya. Dan hal ini ada benarnya. Mengapa bisa demikian? Dari kesaksian di atas, ada satu yang menjadi penyebab masalah tidak terselesaikan, dimana memakan waktu yang tidak sebentar untuk menyelesaikannya. Penyebabnya adalah kekerasan hati. Kekerasan hati menyebabkan manusia tidak  bisa berespon benar ketika masalah datang menerpa. Benteng-benteng diri yakni segala sesuatu yang kotor dan kejahatan dalam hati (asumsi negatif kepada orang lain) yang dapat mengeraskan hati dan membutakan mata hati untuk melihat solusi. Sebaliknya hari ini, ada kabar baik. Hati yang lemah lembut. Hati yang lemah lembut adalah meek, sebagai kata sifat dalam bahasa Inggris disebut meekly,yang artinya   dengan lemah lembut; tidak sombong; dengan jinak; dengan patuh.

Hati yang lemah lembut adalah tenaga dalam kantong anggur untuk selalu memperbaharui kantong anggur agar selalu menerima berkat Tuhan yang selalu baru setiap hari.