28 Januari 2021
By: Pdt. Santoso S. Hutabarat
Lukas 19:37-40
Pernahkan Anda membaca dan memahami kehidupan kelompok orang Farisi? Jika dibandingkan dengan saya, mereka memiliki pengetahuan tentang hukum dan pengajaran yang jauh lebih banyak dari saya. Bahkan kerajinan mereka dalam melakukan doa dan ibadah jauh lebih rajin dari saya dan bahkan dikenal di tempat umum sebagai “orang-orang yang rohani”. Namun sayang disayang, Yesus Kristus sangat memahami isi hati dan motivadi kehidupan keagamaan mereka. Cara pandang mereka yang selalu merasa benar telah merendahkan pemikiran murid-murid Yesus bahkan cenderung menyalahkan mereka.

Hati yang sombong ibarat orang yang maha tahu sehingga merasa paling benar. Yang sangat menyedihkan kelompok Farisi adalah orang-orang tang tidak berkenan di hati Tuhan. Mereka ibarat kantong anggur yang tua dan tidak mau menerima anggur yang baru yakni kehidupan kekal. Hati mereka tidak bisa melihat berkat terbaik dari Tuhan. Yesus menyebut mereka “Orang farisi yang buta” (Mat 23:27).

Pengetahuan tentang Tuhan akan menjadi berarti ketika disertai dengan keingintahuan yang kuat untuk menggali.meneliti dan melakukannya. Pengetahuan saja tidak cukup, tetapi hati yang mau belajar akan melengkapi syarat perubahan hati dan perilaku hidup (Mat 23:26).

