30 Januari 2021
By: Pdt. Santoso S. Hutabarat
Yosua 5:12
Hati yang lemah lembut adalah syarat memiliki kantong anggur yang selalu diperbaharui untuk selalu menerima anggur yang baru.
Jika kita baca nats renungan di bawah ini, muncul pertanyaan. Mengapa Tuhan menghentikan makanan itu?
Lalu berhentilah manna itu, pada keesokan harinya setelah mereka makan hasil negeri itu. Jadi orang Israel tidak beroleh manna lagi, tetapi dalam tahun itu mereka makan yang dihasilkan tanah Kanaan. (Yos 5:12)

Jangan salah mengerti. Tuhan bukan Pribadi yang kejam. Adakalanya terjadi perubahan dalam hidup kita di dalam proses kehidupan Kekristenan kita. Tuhan menghentikan makanan untuk bangsa Israel karena 2 hal yakni
- Tuntutan perubahan – Allah kita memiliki sifat progresif. BerkatNya selalu baru tiap hari. Dia ingin membawa kita dari satu kemuliaan kepada kemuliaan yang lain, dari satu level rohani ke level rohani yang lebih tinggi. Untuk itu, harus terjadi perubahan. Perubahan yang dikerjakan Tuhan dalam hidup anda selalu mendatangkan kebaikan.
- Tuntutan kedewasaan – Untuk menerima tanggung jawab sebagai pengelola Tanah Kanaan, maka dituntut kedewasaan berpikir, sikap hati dan berani membuat keputusan demi keputusan yang bijak dan selaras dengan prinsip dan rencana Tuhan. Hanya orang yang dewasa yang siap menerima dan mengemban tanggung jawab pelayanan. Bangsa Isarel harus berespon benar terhadap situasi dan orang-orang yang tidak benar agar mampu bertumbuh dalam karekter dan promosi dari Tuhan.


