Senin – BERUBAH ATAU MATI – SEBUAH REFLEKSI

01 Februari 2021

By: Pdm. Rudy Langitan
Yesaya 40 : 28 – 31

Rajawali adalah burung yg paling panjang usianya. Bisa mencapai umur hingga 70 tahun. Tapi untuk mencapai umur tersebut,  ada sebuah pilihan bagi seekor rajawali, “apakah dia akan tetap hidup sampai 70 tahun atau hanya sampai 40 tahun”.

Ketika burung rajawali mencapai  umur rata-rata 40 tahun, maka untuk dapat hidup lebih panjang 30 tahun lagi, dia harus melewati transformasi (perubahan) yang sangat menyakitkan.    Pada saat inilah seekor rajawali harus menentukan pilihan untuk melewati transformasi yang menyakitkan itu atau melewati sisa hidup yang tidak menyakitkan namun singkat menuju kematian (karena bulu sayap, cakar dan paruhnya menua).   Dalam tahap tranformasi inilah burung Rajawali harus “berdiam diri” naik keatas puncak gunung, “menyendiri”, dimana ia akan mencabut seluruh bulu-buku sayap, mematahkan paruh mulutnya  dan kuku-cakar andalannya, inilah fase yang menyakitkan secara fisik dan psikis, karena ia kehilangan apa yang  pernah ia andalkan dan banggakan.

(kehidupan lama – kantung kulit yang lama), dan masuk dalam periode 40 hari transformasi untuk mendapatkan paruh yang baru, bulu sayap yang baru dan cakar yang baru, sehingga ia mampu terbang, menyambar dan berburu sama seperti ia “muda” kembali,  Demikian Firman Tuhan katakan “Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi Lelah” (Yesaya 40 : 31) .   

Setiap kita akan menghadapi perubahan, dan berubah adalah sebuah pilihan yang tidak mudah, tetapi itulah jalan satu-satunya untuk kita hidup melayani Tuhan.  “Mari kita mengalami tranformasi ilahi yang Tuhan sudah sediakan, mau?”