16 Maret 2021
By: Pdm. Rudy Langitan
ROMA 1 : 16-17
MENEMUKAN (M1)
Perselisihan diantara jemaat ini (Roma), ternyata dipicuh oleh persoalan identitas dan latar belakang kebiasaan dimana orang Kristen keturunan Yahudi belum bisa lepas dari peraturan-peraturan hukum Taurat tertentu (tradisi). Kita harus mengingat bahwa identitas mereka sebagai orang Yahudi sangat penting bagi mereka, dan identitas tersebut berkaitan dengan kebiasaan mereka mengenai pantang makan jenis makanan tertentu dan hari raya mereka, sehingga hal ini menimbulkan perselisihan diantara jemaat khusus dengan orang yang bukan keturunan Yahudi (bangsa lain termasuk Yunani). (Roma 14 sd 15)

MERENUNGKAN (M2)
Persoalan identitas, kebiasaan, latar belakang, serta temperamen dapat menjadi pemicu perselisihan diantara jemaat, setiap orang punya kebiasaan, latar belakang dan pengalaman mereka, yang menciptakan sudut pandang berbeda terhadap suatu hal. Tetapi Rasul Paulus mengubah perspektif jemaat di Roma bukan berfokus atau terjebak dalam persoalan kebiasaan-kebiasaan, tetapi kepada kebenaran. Kebiasaan bisa berbeda setiap orang, tetapi kebenaran itu kekal, ya dan amin. Paulus mengajak mereka berfokus pada injil, yang adalah kekuatan Allah (Roma 1 :16).

MELAKUKAN (M3)
Dalam menjalani kehidupan berjemaat, setiap jemaat berasal dari latar belakang, suku, pendidikan dan kebiasaan berbeda (tradisi), cara-cara mereka pun bisa berbeda, tetapi kita tidak fokus pada perbedaan yang justru akan “memecahkan”, kita juga tidak “ngotot” atau kukuh dengan pendapat atau cara kita, dengan berkata cara kita yang paling benar (merasa paling benar). Paulus Kembali mengingatkan kita untuk berfokus pada injil karena injil adalah kekuatan Allah yang menyelematkan setiap orang percaya, pertama orang yahudi tetapi juga orang Yunani.
So fokusnya kita adalah keselamatan bagi bangsa-bangsa.
MEMBAGIKAN (M4)
Ceritakanlah pada semua saudaramu tentang apapun yang kita kerjakan, semuanya untuk kemuliaan Allah dan fokus semua pelayanan ini adalah injil keselamatan. Ini semua bukan tentang saya, tentang kamu atau tentang kita, ini semua kita lakukan atau kerjakan adalah tentang kemuliaan Allah (Injil Kerajaan Allah) Bukan soal keuntungan bagi saya atau kita, tetapi bagi Kemuliaan Allah. Lepaskan semua agenda atau tujuan pribadi kita, lakukan karena agenda nya Allah. Amin saudara!

