07 April 2021
By: Pdm. Rudy Langitan
Roma 6 : 12-14
MENEMUKAN (M1)
Jika di dalam Kristus kita telah mati bagi dosa, “Bagaimana mungkin kita masih bisa hidup dalam kubangan dosa?” Paulus ingin menegaskan, sebagai orang-orang yang telah menerima anugerah keselamatan dari Allah, kita tidak akan betah hidup dalam keberdosaan karena kehidupan oleh anugerah merupakan fase baru hidup bagi Allah dalam Yesus Kristus. “Bagaimana seharusnya kita hidup bagi Allah? Yaitu, hidup dalam kasih karunia (Ay 14) dan tidak menyerahkan diri kepada perbuatan dosa (ay 12-13), melainkan hidup berserah kepada Allah serta siap sedia kapan pun waktunya dipakai oleh-Nya (ay 13). Itu sebabnya, berdasarkan penjelasan Paulus ini, jika ada orang yang menyebut dirinya Kristen, tetapi masih betah dan senang hidup dalam lumpur dosa, kesungguhan imannya patut dipertanyakan.
Orang yang sungguh-sungguh percaya Kristus tidak akan merasa nyaman berbuat dosa dalam hidupnya. Sebab, orang percaya tidak lagi berada di bawah kutuk dan kuasa dosa, melainkan di bawah kasih karunia Allah. “Bagaimana dengan kehidupan Anda?”

MERENUNGKAN (M2)
Orang Kristen yang percaya kristus bukan berarti tidak bisa jatuh ke dalam dosa, tetapi ketika ia menerima Kristus sebagai Tuhan dan juruselamat, ia memiliki kepekaan atau hati nurani “untuk tidak hidup lagi di dalam dosa” dimana ia tidak akan betah (bertahan) dengan dosa yang ia lakukan. Hukuman dosa adalah maut, tetapi kasih karunia yang Tuhan sediakan adalah pintu keluar dari hukum dosa. Kasih karunia melepaskan-mu dari hukuman dosa yang seharusnya engkau tanggung. Hari ini ketika engkau berada dalam dosa, ingat ada pintu bagimu, keluarlah dari dosa, melalui pintu kasih karunia yang Allah sediakan bagimu, sekarang!
Roma 6 : 14 Sebab kamu tidak akan dikuasai oleh dosa, karena kamu tidak berada di bawah hukum taurat tetapi dibawah kasih karunia

MELAKUKAN (M3)
Hukum Taurat mengandung penghukuman, tetapi Yesus menyempurnakan melalui hukum kasih karunia supaya kita tidak hidup dalam penghukuman. Karena engkau sudah bebas dari penghukuman, maka firman Tuhan katakan “pakailah seluruh hidupmu (serahkan seluruh anggota tubuhmu) sebagai senjata kebenaran. Pakailah seluruh pikiranmu, perkataanmu, perasaanmu, ide, pengetahuan, bakatmu, tanganmu, matamu, telingamu, kakimu, seluruh yang engkau miliki untuk kemuliaanNya. Jadi sebelum engkau bertindak, berkata-kata, bersikap, merespon, tanyalah dulu pada dirimu sendiri. “Apakah hal ini aku pakai untuk alat kebenaran atau kelaliman?”.
MEMBAGIKAN (M4)
Sampaikan kebenaran hari ini kepada siapapun, bahwa hidup di dalam Kristus, tidak ada lagi penghukuman, melainkan kasih karunia yang membawa kita dalam kemenangan. Pakailah hidupmu untuk membawa kebenaran dan pakailah seluruh anggota-anggota tubuhmu (mata, telinga, mulut, kepala, tangan, kaki dll) untuk mendatangkan kebenaran, damai sejahtera serta suka cita.
Katakan pada saudara-saudaramu, bahwa hidupmu akan engkau pakai sebagai alat kemuliaanNya.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

