06 April 2021
By: Pdm. Rudy Langitan
Roma 6 : 10-11, 1 Petrus 1 : 19
MENEMUKAN (M1)
Ingat alias tonk hilap nyak!, bahwa Yesus Kristus hanya mati satu kali saja di atas kayu salib (Ay. 10). Dia tidak mungkin mati berkali-kali di atas kayu salib. Karena kematianNya dan kebangkitanNya tersebut, kita yang menjadi pengikut Kristus juga dapat hidup karena Dia. Oleh karena kita telah dihidupkan bersama-sama dengan Dia, maka kita juga harus dan wajib hidup bagi Dia (Yesus Kristus). Kita telah meninggalkan kehidupan lama kita yang berada di dalam dosa, dan menggantinya dengan kehidupan baru dimana kita wajib hidup bagi Allah (Ay. 11). Pertanyaannya, “Bagaimana konkritnya untuk mati bagi dosa dan hidup bagi Allah?”
MERENUNGKAN (M2)
Cara paling mudah adalah menjauhi dosa yang dulu kita lakukan ketika belum mengenal Kristus. Saya yakin kita semua punya kelemahan masing-masing yang rentan bagi kita untuk jatuh dalam dosa. Sebisa mungkin jauhi segala sesuatu yang bisa membuat kita jatuh ke dalam dosa, dan usahakan kita boleh hidup benar dan hidup kudus bagi Tuhan. Ingat bahwa kita telah ditebus dengan harga yang sangat mahal, yaitu dengan darah Yesus Kristus sendiri (1 Petrus 1:19), sehingga kita pun harus hidup dengan benar.
Celah yang dapat dipakai oleh Iblis untuk menjatuhkan kita adalah melalui keinginan mata (materialisme), atau keinginan daging (hedonisme), atau keangkuhan hidup (egoisme).
Dan dosa itu masuk lewat celah kelemahan-kelemahan tersebut, melalui pikiran dan perasaan (arena jiwa) dengan jendelanya adalah mata, telinga dan sentuhan. Jadi caranya adalah “hati-hati gunakan matamu, telingamu dan tanganmu”.

MELAKUKAN (M3)
Untuk itu marilah kita saling menjaga dari setiap godaan dosa, ingat si iblis tidak menggunakan hanya satu cara, ia menggunakan berbagai cara, mungkin engkau sudah menang terhadap materialism tetapi mungkin masih ada kelemahan atau berjuang dalam egoisme atau sebaliknya. Untuk itu kita harus hidup dalam “komunitas yang saling mengingat atau menjaga satu sama lain “ (Ibrani 10 : 24-25), karena setiap kita mungkin punya kelemahan yang berbeda, ya mari kita jadikan sahabat kita di dalam Tuhan untuk saling menjaga satu sama lain. .
Dalam komunitas kita saling menegur, menasehati dan saling membangun satu sama lain. Ingat, Tidak ada yang kebal terhadap dosa, apalagi jika kita sendiri dan merasa hebat.

MEMBAGIKAN (M4)
Ceritakanlah pada semua saudaramu bahwa kekuatan mengalahkan dosa, adalah hidup dalam komunitas yang sehat, “tidak baik manusia itu sendiri saja” (Kejadian 2 : 18) itu artinya kita hidup sebagai makluk sosial yang berkomunitas saling melengkapi, saling meneguhkan, menasehati, menjaga dan saling membangun. Mari kita kampanyenya untuk hidup dalam komunitas di dalam Tuhan. Mau?
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

